Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

FTIK UIN Saizu Gelar Guest Lecture, Perkuat Literasi Digital untuk Jaga Harmoni Beragama

FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri gelar guest lecture untuk perkuat literasi digital dan moderasi beragama di era digital.

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri gelar guest lecture untuk perkuat literasi digital dan moderasi beragama di era digital. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar kegiatan guest lecture bertajuk “Merawat Harmoni Beragama di Era Digital” di Meeting Room K.H. A. Wahid Hasyim, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan menghadirkan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, M. Adib Abdushomad, sebagai narasumber utama.

Ini menjadi forum akademik strategis untuk memperkuat literasi digital sekaligus menanamkan nilai moderasi beragama di tengah derasnya arus informasi digital, khususnya bagi mahasiswa FTIK sebagai calon pendidik.

Dekan FTIK UIN Saizu Purwokerto, Prof. Fauzi menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam membangun kesadaran mahasiswa terhadap tantangan sosial-keagamaan di era digital.

Dia menyebut mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di masyarakat.

“Mahasiswa FTIK tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi penjaga nilai harmoni di tengah masyarakat yang semakin kompleks,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan wawasan moderasi beragama menjadi bekal penting bagi calon guru agar mampu menghadapi dinamika keberagaman di lingkungan pendidikan maupun masyarakat luas.

Dalam pemaparannya, M. Adib Abdushomad mengungkapkan tingginya intensitas penggunaan internet di kalangan generasi muda yang mencapai lebih dari tujuh jam per hari, dengan dominasi media sosial. 

Ia menilai kondisi ini membuka peluang besar dalam penyebaran nilai positif, namun juga menyimpan risiko munculnya narasi radikal dan intoleran jika tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai.

“Media sosial telah menjadi ruang publik baru. Tanpa literasi yang kuat, ruang ini rentan terhadap penyebaran paham ekstrem,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam berinteraksi di ruang digital.

Lingkungan digital yang tidak sehat, menurutnya, dapat berdampak serius terhadap pola pikir dan sikap generasi muda.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya digital literacy dan digital civility sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis.

“Diperlukan literasi digital dan etika bermedia untuk melahirkan masyarakat pencerah atau citizen scholars di era media sosial,” tambahnya.

Ia juga memaparkan sejumlah program PKUB dalam membangun kontra-narasi digital, seperti Harmony Class dan Harmony Talk, serta pelibatan generasi muda sebagai agen kerukunan melalui berbagai platform digital.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved