Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Dorong Green Campus, Rektor UIN Saizu Tegaskan Merawat Bumi Bagian dari Ibadah

Rektor UIN Saizu dorong green campus, tegaskan merawat bumi sebagai bagian dari ibadah dalam seminar ekoteologi bersama UI GreenMetric.

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Rektor UIN Saizu dorong green campus, tegaskan merawat bumi sebagai bagian dari ibadah dalam seminar ekoteologi bersama UI GreenMetric. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Komitmen terhadap pelestarian lingkungan kembali ditegaskan Rektor UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan.

Ia menekankan, menjaga dan merawat bumi merupakan bagian integral dari ajaran agama dan tidak dapat dipisahkan dari praktik kehidupan sehari-hari.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional bertajuk “Membumikan Teologi, Melestarikan Tradisi: Perspektif Ekoteologi Islam dalam Bingkai Kearifan Lokal Banyumasan” yang digelar di Auditorium UIN Saizu, Senin (20/4/2026).

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dengan UI GreenMetric.

Dalam sambutannya, Prof. Ridwan menegaskan bahwa manusia memiliki tanggung jawab teologis untuk menjaga kelestarian alam.

Ia menyebut, konsep tersebut menjadi fondasi dalam mendorong terwujudnya kampus hijau (green campus).

“Memelihara dan merawat bumi ini adalah bagian dari tugas keagamaan kita. Kehadiran manusia sebagai bagian dari alam harus mampu membangun harmoni dalam ekosistem kehidupan. Artinya, merawat bumi adalah bagian dari ibadah,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai keagamaan tidak boleh berhenti pada tataran normatif, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kampus.

Lebih lanjut, Prof. Ridwan mengaitkan pentingnya menjaga lingkungan dengan tiga relasi utama dalam Islam, yakni hablum min Allah (hubungan dengan Tuhan), hablum min al-nas (hubungan dengan sesama manusia), dan hablum min al-alam (hubungan dengan alam).

Ia menegaskan bahwa ketiga aspek tersebut harus berjalan selaras dan tidak dapat dipisahkan.

“Membangun hubungan dengan Tuhan harus tercermin dalam hubungan kita dengan manusia dan alam. Di situlah ekosistem kehidupan terbentuk secara utuh,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Ridwan juga menyoroti program prioritas dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang mendorong penguatan ekoteologi sebagai bagian dari praktik keberagamaan.

Ia menilai, agama memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan perguruan tinggi.

Sebagai langkah konkret, UIN Saizu telah berkomitmen mengembangkan konsep green campus dengan bergabung dalam program UI GreenMetric. Pihak kampus bahkan telah mengajukan pendampingan untuk memastikan kesiapan implementasi program tersebut.

“Kami memohon pendampingan agar seluruh layanan kampus memiliki visi kampus hijau, baik dari sisi fisik maupun penguatan akademik, spiritual, dan moral,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved