Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwalnya

Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 resmi dibuka hingga 31 Mei 2026, cek syarat, jadwal, dan peluang kuliah S1–S3 di sini.

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 resmi dibuka hingga 31 Mei 2026, cek syarat, jadwal, dan peluang kuliah S1–S3 di sini. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 resmi dibuka dengan skema yang lebih fleksibel, khususnya bagi lulusan pendidikan keagamaan seperti madrasah.

Program hasil kolaborasi Kementerian Agama Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini membuka pendaftaran hingga 31 Mei 2026.

BIB 2026 memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan studi mulai jenjang sarjana (S1) hingga doktor (S3), baik di dalam maupun luar negeri.

Program ini juga menjadi peluang strategis bagi calon mahasiswa di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kementerian Agama, Ruchman Basori dalam keterangannya, menjelaskan bahwa secara umum skema BIB tidak mengalami perubahan besar dibanding tahun sebelumnya.

Namun, terdapat penyesuaian penting pada kriteria pelamar kategori alumni pendidikan keagamaan.

Menurutnya, tahun ini pemerintah memberikan pelonggaran syarat yang memungkinkan pelamar tidak harus memiliki latar belakang pendidikan yang sepenuhnya linear. 

“Tahun ini ada pelonggaran syarat bagi kategori Alumni Pendidikan Keagamaan. keluarga besar Kemenag. Jika sebelumnya harus linear langsung dari jenjang sebelumnya di lembaga pendidikan keagamaan, kini diperbolehkan meloncat satu tingkat di bawahnya ke belakang,” ujar Ruchman di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Sebagai contoh, lulusan perguruan tinggi umum tetap bisa mendaftar program magister (S2) selama memiliki latar belakang pendidikan Madrasah Aliyah (MA) atau sederajat.

Begitu juga untuk program sarjana (S1), pelamar tidak wajib berasal dari MA, asalkan memiliki riwayat pendidikan madrasah seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Kebijakan ini dinilai membuka akses lebih luas bagi alumni madrasah yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.

BIB 2026 menyediakan berbagai jenis program beasiswa gelar, antara lain beasiswa unggulan keagamaan, program double degree, beasiswa pesantren, program targeted dan program akselerasi.

Menariknya, pelamar tidak hanya terbatas pada program studi keagamaan, tetapi juga dapat memilih jurusan umum seperti teknik di perguruan tinggi mitra kementerian terkait.

Ruchman menegaskan bahwa selain memenuhi persyaratan administratif, calon pelamar juga harus memperhatikan kesiapan akademik, termasuk Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Ia menilai studi lanjut membutuhkan daya juang tinggi, sehingga kesiapan mental menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerima beasiswa.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved