Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Semarang

Humas Pemprov Jawa Tengah Kupas Tuntas Pemanfaatan Media Sosial di WPRC Connect

Walisongo Public Relations Community (WPRC) adakan seminar WPRC Connect dengan tema “Strategi Pemanfaatan Media Sosial

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Walisongo Public Relations Community (WPRC) adakan seminar WPRC Connect dengan tema “Strategi Pemanfaatan Media Sosial dalam Membangun Branding dan Reputasi Lembaga” yang bertempat di Gedung American Corner UIN Walisongo Semarang, Senin (11/05/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Walisongo Public Relations Community (WPRC) adakan seminar WPRC Connect dengan tema “Strategi Pemanfaatan Media Sosial dalam Membangun Branding dan Reputasi Lembaga” di Gedung American Corner UIN Walisongo Semarang, Senin (11/5/2026).   

WPRC Connect sebagai agenda yang sudah berjalan selama dua tahun dengan tagline untuk menjalin relasi dan memperkuat reputasi.

Sehingga untuk menyelaraskan hal tersebut mahasiswa dituntut untuk dapat membangun jembatan dengan instansi tempat magang sebagai bentuk praktik dari teori Lobby dan Negosiasi yang sudah dipelajari di kelas.

“WPRC Connect merupakan agenda tahunan, untuk ditahun kedua ini kami menggait instansi magang mahasiswa sebagai jembatan antara dunia Pendidikan dan industri, tidak hanya mendapat teori di kelas tetapi juga bisa mendapat insight luar biasa dari pemateri,” ujar Alifa Nur Fitri selaku Pembina WPRC dalam menyampaikan sambutannya.

Seminar ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menambah pemahaman terkait strategi komunikasi digital dan pemanfaatan media sosial dalam membangun citra serta reputasi lembaga.

“Kegiatan seminar kali ini sebagai sarana untuk menambah wawasan dan pemahaman mengenai pentingnya strategi komunikasi digital dan pemanfaatan media sosial dalam membangun citra serta reputasi lembaga,” ungkap Neha Latifa selaku Koordinator Acara.

Sebagai salah satu strategi media sosial dalam meningkatkan branding dan reputasi lembaga dilakukan melalui konten yang menarik serta komunikatif dalam memebrikan respon dari aduan masyarakat.

“Agar konten instansi tetap menarik, dalam Humas Pemerintahan perlu ditambahkan beberapa hal seperti hook, story telling, mengikuti tren dan sisi emosional atau humanisme. Selain itu, jika terdapat sebuah aduan maka kita respon sesuai tupoksi dengan dinas yang bersangkutan untuk menerima laporan dan kita selesaikan. Namun, jika komentar tersebut mengandung SARA maka tidak perlu direspons,” tutur E. Ansilla Puspabayu Putri selaku narasumber dalam penyampaian materinya.

Membangun sebuah branding dalam pemerintahan itu sangat perlu.

“Branding itu bukan selalu tentang pencitraan tapi bagaimana kita menunjukkan nilai dan kualitas diri atau lembaga,” imbuh Ansilla.

Percaya diri merupakan sebuah proses dalam membangun branding.

“Pede ngga pede itu proses dalam membangun personal branding, jadi kita selangkah lebih maju dari orang yang membicarakan kita di belakang,” jelas Devi Purnamasari dalam penyampaian materinya selaku narasumber.

“Bijaklah menggunakan media sosial dengan baik karena itu identitas perwakilan dari suatu lembaga selain diri sendiri,” tandas Devi. (***)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved