UIN SAIZU Purwokerto
Dosen FTIK UIN Saizu Tembus Scopus Q1, Dr. Saefudin Soroti Pendidikan Kritis untuk Petani
Dr. Saefudin Syafii, dosen FTIK UIN Saizu, publikasikan riset Scopus Q1 tentang pendidikan kritis dan pertanian berkelanjutan.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Prestasi akademik kembali ditorehkan civitas akademika UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.
Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dr. Saefudin Syafii, berhasil lolos dalam publikasi artikel pada jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus Q1.
Artikel ilmiah tersebut dimuat dalam jurnal Frontiers Frontiers in Sustainable Food Systems edisi 11 Mei 2026 dengan judul “From Toxic Fields to Sustainable Agriculture: The Power of Critical Adult Education in Transforming Farming Practices in Kebumen, Indonesia”.
Publikasi di jurnal internasional bereputasi ini menjadi pencapaian penting karena proses seleksi dan peninjauan ilmiah dilakukan secara ketat oleh reviewer internasional.
Artikel tersebut juga telah memiliki DOI resmi, yaitu 10.3389/fsufs.2026.1636829.
Dalam artikel tersebut, Dr. Saefudin tercatat sebagai penulis utama bersama Ginani Utami dari Institut Teknologi Bandung, Prof. Suparjo dari FTIK UIN Saizu Purwokerto, dan Mukholiq Adi Susatyo dari MAN Purbalingga.
Berbeda dari penelitian pertanian pada umumnya yang berfokus pada aspek teknis budidaya, riset ini menempatkan perubahan pola pikir masyarakat sebagai fokus utama penelitian.
Pertanian dalam penelitian ini diposisikan sebagai medium atau ruang praksis untuk membangun kesadaran kritis, kreativitas sosial, dan kemampuan masyarakat dalam membaca persoalan lingkungan serta ketergantungan ekonomi yang mereka alami.
Penelitian ini berangkat dari kegelisahan akademik terhadap bagaimana masyarakat pedesaan sering kali terjebak dalam pola ketergantungan jangka panjang terhadap sistem industri pertanian modern tanpa memiliki ruang refleksi kritis atas dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, dan kemandirian ekonomi.
Melalui pendekatan pendidikan orang dewasa berbasis pedagogi kritis, penelitian berupaya mendorong masyarakat agar tidak sekadar menerima pengetahuan secara pasif, tetapi mampu berpikir reflektif, mempertanyakan sistem yang ada, dan mengembangkan solusi kreatif berbasis potensi lokal.
Kabupaten Kebumen dipilih sebagai lokasi penelitian karena dinilai merepresentasikan kompleksitas persoalan sosial-ekologis masyarakat pertanian.
Kekeringan, banjir musiman, ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta meningkatnya biaya produksi menjadi realitas yang dihadapi petani kecil di wilayah tersebut.
Riset dilakukan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) atau penelitian tindakan partisipatif.
Sebanyak 31 petani kecil di Desa Singosari, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, dilibatkan dalam program pendidikan dan pendampingan selama enam bulan.
Dalam proses tersebut, para peserta tidak hanya menerima materi teknis pertanian berkelanjutan, tetapi juga diajak mendiskusikan sejarah Revolusi Hijau, struktur ketergantungan industri pertanian, hingga dampak sosial dan ekologis penggunaan bahan kimia secara terus-menerus.
| XIINERGY 2026 Resmi Dibuka, ADIKSI UIN Saizu Angkat Kolaborasi Teknologi dan Budaya di Era Digital |
|
|---|
| Dari Balik Jeruji ke Buku, PPL UIN Saizu Kelompok 26 Angkat Nilai Kemanusiaan Warga Binaan Banyumas |
|
|---|
| Fakultas Dakwah UIN Saizu dan SMP Telkom Purwokerto Bersinergi Cetak Generasi Qur’ani |
|
|---|
| Warek II UIN Saizu Hadiri Penyusunan DIP DIKTIS, Targetkan Jadi PTKIN Informatif 2026 |
|
|---|
| UI GreenMetric Gelar Service Package 2nd Meeting di UIN Saizu Purwokerto, Bahas Kampus Hijau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260512_DOSEN_UINSAIZU.jpg)