Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Angkat Isu Konseling Generasi Z, Mahasiswa BKI UIN Saizu Raih Juara 2 di ICFE 2026

Mahasiswa BKI UIN Saizu raih Juara 2 ICFE 2026 lewat video konseling tentang support system dan kesehatan mental Gen Z.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Mahasiswa BKI UIN Saizu raih Juara 2 ICFE 2026 lewat video konseling tentang support system dan kesehatan mental Gen Z. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Dua mahasiswa BKI UIN Saizu, Solihah Indah Utami dan Khilma Ulil Fitri berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Video Konseling yang diselenggarakan oleh HMPS BKI UIN Sunan Kudus dalam rangka International Counseling Festival Event (ICFE) 2026.

Pengumuman kejuaraan dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026.

Prestasi tersebut diraih melalui karya video konseling yang mengangkat tema pentingnya layanan konseling bagi generasi muda, khususnya dalam membantu mahasiswa mengenali potensi diri dan membangun rasa percaya diri.

Dalam kompetisi tersebut, Solihah Indah Utami yang merupakan mahasiswa semester 4 dan Khilma Ulil Fitri mahasiswa semester 2 mengangkat subtema “Dari Diam ke Peduli: Pentingnya Support System dan Konselor”.

Video yang diperlombakan menampilkan proses konseling individu menggunakan pendekatan realita dengan teknik WDEP.

Teknik ini merupakan sistem praktis dalam Reality Therapy yang dikembangkan oleh Dr. Robert E. Wubbolding untuk membantu seseorang melakukan evaluasi diri sekaligus mengambil kendali terhadap kehidupannya.

Teknik WDEP terdiri atas empat tahapan utama, yaitu Wants untuk mengidentifikasi keinginan atau harapan, Doing and Direction untuk melihat tindakan yang sedang dilakukan, Evaluation untuk menilai efektivitas tindakan yang dilakukan, serta Planning untuk menyusun rencana yang realistis dan terarah.

Melalui pendekatan tersebut, seseorang yang mengalami kebingungan terhadap potensi diri atau kehilangan rasa percaya diri dapat dibantu untuk melakukan evaluasi secara objektif sehingga mampu menentukan langkah konkret demi mencapai tujuan hidupnya.

Kasus yang diangkat dalam video menceritakan seorang mahasiswa semester satu Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam yang merasa bingung terhadap kemampuan dan potensi dirinya.

Tokoh konseli dalam video tersebut merasa tertinggal dibandingkan teman-temannya yang telah memiliki prestasi dan bidang yang ditekuni.

Kondisi tersebut membuat konseli kehilangan rasa percaya diri dan belum memiliki arah yang jelas dalam mengembangkan potensi dirinya.

Melalui proses konseling yang ditampilkan, konseli dibantu untuk memahami minat, mengenali kemampuan diri, serta menentukan langkah yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensinya secara bertahap.

Ajang International Counseling Festival Event (ICFE) 2026 sendiri mengangkat tema “Speak Up Reach Out: Pentingnya Konseling di Kalangan Generasi Z”.

Tema tersebut menyoroti pentingnya layanan konseling sebagai ruang pendampingan dan dukungan mental bagi generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan zaman.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved