Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

PSGA UIN Saizu Gelar Workshop Gender Berbasis Projek Kolaborasi, Bahas Pencegahan Kekerasan Seksual

PSGA UIN Saizu gelar workshop gender berbasis kolaborasi untuk mahasiswa guna memperkuat pencegahan kekerasan seksual di kampus.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
PSGA UIN Saizu gelar workshop gender berbasis kolaborasi untuk mahasiswa guna memperkuat pencegahan kekerasan seksual di kampus. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar Workshop Gender Berbasis Projek Kolaborasi bagi Mahasiswa pada Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Saizu ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas sejak pagi hingga sore hari.

Workshop menghadirkan tiga narasumber, yakni Pangestika Rizki Utami selaku dosen dan anggota Satgas PPKS UIN Saizu, Mazaya Conita Widaputri selaku psikolog klinis, serta Dr. Tyas Retno Wulan, sosiolog dan dosen Universitas Jenderal Soedirman.

Turut hadir Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Saizu Prof. Ansori serta Ketua PSGA UIN Saizu Dr. Ida Novianti.

Dalam sambutannya, Prof. Ansori menegaskan pentingnya edukasi gender dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen kampanye dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.

“Secara tidak langsung kita bisa mencegah dan menjadi juru kampanye kekerasan seksual. Karena itu saya mengharapkan kegiatan ini dilakukan secara seksama dan ketika ada di antara kita di lapangan mendapatkan hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan seksual, kita punya wadah yaitu Pusat Studi Gender dan Anak dan di bawahnya ada Satgas PPKS,” ujarnya.

PSGA UIN Saizu sendiri merupakan lembaga di bawah LPPM yang berfokus pada pengarusutamaan gender, perlindungan anak, serta pencegahan kekerasan seksual.

Lembaga ini dipimpin oleh Dr. Ida Novianti dan berperan dalam membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan responsif gender.

Pada sesi pertama, Pangestika Rizki Utami membahas teori gender dan penerapannya dalam kehidupan sosial.

Ia menjelaskan perbedaan antara seks yang bersifat biologis dan gender yang merupakan konstruksi sosial dan budaya.

Menurutnya, berbagai bentuk ketidakadilan gender masih sering ditemukan di masyarakat, mulai dari stereotip, diskriminasi sistemik, hingga kekerasan berbasis gender.

“Perempuan sering dianggap sebagai pihak yang bersalah dalam kasus kekerasan seksual. Ini merupakan bentuk stigma yang masih terjadi di masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyinggung data Komnas Perempuan yang menunjukkan masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

Materi kedua disampaikan oleh Mazaya Conita Widaputri yang membahas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kalangan mahasiswa.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved