Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Mahasiswa Rusia dan Dosen UIN Saizu Diskusikan Masa Depan Pendidikan Matematika di Era AI

Mahasiswa Rusia belajar bersama dosen UIN Saizu dalam International Team Teaching membahas matematika dan teknologi di era AI.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Mahasiswa Rusia belajar bersama dosen UIN Saizu dalam International Team Teaching membahas matematika dan teknologi di era AI. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Program Studi Tadris Matematika (TMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui kegiatan International Team Teaching (ITT), pada Selasa (26/5/2026).

Program kolaborasi global tersebut mempertemukan akademisi Indonesia dan Rusia dalam diskusi mengenai pembelajaran matematika di era digital.

Kegiatan melalui Zoom Meeting itu menghadirkan Dosen Tadris Matematika UIN Saizu, Dr. Ifada Novikasari sebagai narasumber utama.

Dia mengangkat tema “Technology as a Tool, Not a Substitute for Mathematical Thinking” yang menyoroti pentingnya menjaga kemampuan berpikir matematis di tengah pesatnya perkembangan teknologi pendidikan.

Peserta kegiatan berasal dari Institute of Childhood, Novosibirsk State Pedagogical University, Rusia, yang mengikuti forum akademik internasional tersebut secara aktif.

Dalam pemaparannya, Dr. Ifada Novikasari menegaskan bahwa teknologi memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran.

Namun, penggunaan teknologi tidak boleh menggantikan kemampuan berpikir, bernalar, dan memahami konsep matematika secara mendalam.

Menurutnya, pembelajaran matematika yang efektif tetap harus berfokus pada penguatan logika, analisis, serta kemampuan pemecahan masalah yang menjadi fondasi utama kompetensi matematis siswa.

“Teknologi seharusnya membantu siswa mengeksplorasi ide dan memperkuat pemahaman konsep matematika, bukan membuat mereka bergantung tanpa proses berpikir. Karena itu, guru perlu bijak dalam memanfaatkan teknologi agar tetap mendorong kreativitas dan kemampuan analitis peserta didik,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan berbagai platform pembelajaran digital harus dimanfaatkan secara proporsional.

Peran guru tetap menjadi faktor kunci dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan mahasiswa dari Rusia.

Mereka mendiskusikan implementasi teknologi dalam pembelajaran matematika, tantangan pendidikan digital, hingga strategi menjaga kemampuan berpikir matematis peserta didik di tengah semakin berkembangnya sistem otomatisasi teknologi.

Diskusi lintas negara tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk saling bertukar pandangan mengenai praktik pembelajaran matematika yang diterapkan di masing-masing negara.

Dr. Ifada mengapresiasi antusiasme mahasiswa Novosibirsk State Pedagogical University yang aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved