Sabtu, 6 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pendidikan

Beda dari yang Lain, Mahasiswi FBS Unnes Ini Lulus dengan Karya Novel

Jika mahasiswa lain lulus dengan skripsi atau artikel ilmiah, Ita berhasil menutup masa studinya dengan presentasi karya.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
LULUS: Mahasiswi FBS Unnes Ita Kurniawati lulus kuliah lewat karya novel. (TRIBUN JATENG/ISTIMEWA) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia FBS Universitas Negeri Semarang (Unnes), Ita Kurniawati, punya jalur unik karena berhasil menyelesaikan studi S1 lewat karya novel.

Jika mahasiswa lain lulus dengan skripsi atau artikel ilmiah, Ita berhasil menutup masa studinya dengan presentasi karya.

Dia berhasil lulus setelah melalui ujian karya pada Rabu, 3 Juni 2026 lalu.

Baca juga: Dokter Hewan dan Mahasiswa Unnes Awasi Penyembelihan Hewan Kurban di Berbagai Titik

Ita mempersentasikan novel terbarunya, Can We Start Over yang diterbitkan Akad Media Cakrawala.

Selain dinilai secara akademik oleh dosen penguji, presentasi karya Ita juga turut disaksikan mahasiswa lain. 

Ita dikenal sebagai penulis muda produktif.

Karier kepenulisannya diawali melalui platform menulis online, Wattpad.

Salah satu karyanya, Samuel, dibeli oleh MD Entertainment dan menjadi series di platform.

Total ada 12 judul novel Ita yang pernah diterbitkan.

Keberhasilan Ita lulus dengan novel merupakan bentuk fleksibilitas yang memungkinkan mahasiswa menghasilkan karya sesuai bidang ilmu dan tantangan di masyarakat.

Dalam Panduan Akademik Unnes, tugas akhir mahasiswa program sarjana dapat berupa skripsi, proyek, prototipe, publikasi ilmiah, atau book chapter. 

Koordinator Program Studi Sastra Indonesia, Suseno, S.S., M.A., menjelaskan bahwa di Prodi Sastra Indonesia ada berbagai bentuk karya yang diakui sebagai tugas akhir. 

“Karya kreatif sendiri yang sedang dan sedang ditempuh mahasiswa meliputi novel, kumpulan cerpen, kumpulan puisi, kumpulan dongeng, film, naskah  drama, dan pementasan teater,” katanya. 

Karya sastra dianggap memiliki kualitas yang layak diapresiasi secara akademik.

Saat ujian, mahasiswa diminta menjelaskan laporan proses kreatifnya sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik atas karya yang dihasilkannya. (*)

Baca juga: Mahasiswa Asal Pakistan Terkesan Lihat Momen Iduladha di Unnes

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved