Universitas Semarang
Mahasiswa Universitas Semarang Jalani KKN Internasional di Malaysia
Wujudkan Pengabdian melalui Pendidikan dan Kemanusiaan, tiga Mahasiswa USM laksanakan KKN internasional di Malaysia
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM - KUALA LUMPUR, MALAYSIA - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Semarang (USM) kembali memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa.
Tiga mahasiswa USM, yakni Sulthan Rafi Aryaputera Henri, Ibnu Dwi Setioko, dan Gamaliel Corsa, melaksanakan pengabdian internasional di Sanggar Bimbingan (SB) Pantai Dalam, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2–28 Juni.
Sanggar Bimbingan Pantai Dalam merupakan Pusat Kegiatan belajar bagi anak-anak Indonesia yang berada di kawasan Kampung Pantai, Kuala Lumpur.
Sanggar tersebut dikelola oleh Ikatan Keluarga Madura (IKMA) Malaysia yang berlokasi di SN Pantai Dalam.
IKMA adalah organisasi sosial yang berdiri sejak tahun 2012 sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia di Malaysia.
Selain menyelenggarakan kegiatan pendidikan nonformal, IKMA juga dikenal aktif dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan, salah satunya melalui pemulasaraan jenazah warga negara Indonesia yang meninggal dunia di Malaysia.
Aktivitas ini menjadi pengalaman unik sekaligus penuh makna bagi mahasiswa USM yang menjalankan KKN di SB Pantai Dalam.
Selama hampir satu bulan, Sulthan, Ibnu, dan Gamaliel melaksanakan berbagai program pembelajaran bagi anak-anak Indonesia, mulai dari pendampingan belajar, penguatan karakter, hingga kegiatan kreatif yang bertujuan meningkatkan semangat belajar peserta didik di sanggar.
Tidak hanya berfokus pada bidang pendidikan, ketiga mahasiswa tersebut juga turut terlibat dalam kegiatan kemanusiaan berupa pemulasaraan jenazah.
Mereka membantu dalam berbagai tahapan, mulai dari persiapan proses pemulasaraan, memandikan jenazah, mengafani, menyolatkan, hingga membantu proses administrasi dan persiapan jenazah untuk dipulangkan ke Indonesia.
Jenazah yang ditangani merupakan Warga Negara Indonesia yang meninggal dunia di Malaysia.
Dalam beberapa kasus, proses pemulangan jenazah memerlukan waktu karena harus menunggu kelengkapan administrasi, keberadaan ahli waris, maupun jadwal penerbangan menuju Indonesia.
Selama menunggu proses tersebut, jenazah menjalani penanganan khusus sesuai prosedur yang berlaku.
Meski lokasi tempat tinggal mahasiswa berdekatan dengan fasilitas pemulasaraan jenazah, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat mereka dalam menjalankan program KKN.
Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga tentang nilai-nilai kemanusiaan.
| Mahasiswa Ilkom USM Kampanyekan Sekolah Ceria Tanpa Bullying di SDN Muktiharjo Kidul 04 Semarang |
|
|---|
| Fakultas Psikologi USM Rayakan Dies Natalis Ke-27 dengan Berbagai Kegiatan Inspiratif |
|
|---|
| 4 Proposal Kewirausahaan Mahasiswa USM Lolos Didanai Kemdiktisaintek |
|
|---|
| USM bersama LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Tanda Tangani Perjanjian Hibah Sarana dan Prasarana |
|
|---|
| Fakultas Teknik USM Bersama Geoforce Indonesia Gelar Kuliah Umum Geoteknik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260617_kknusmjenazah.jpg)