PLN UID Jateng & DIY
PLN UP3 Yogyakarta Tingkatkan Kesiagaan Sistem Kelistrikan Hadapi Cuaca Ekstrem
Menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), PLN bersama masyarakat melaksanakan kegiatan rabas jaringan listrik
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA — Menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), PLN bersama masyarakat melaksanakan kegiatan rabas-rabas jaringan listrik di wilayah Saptosari dan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (8/2/2026) pagi.
Kegiatan ini merupakan sinergi PLN ULP Wonosari dengan BPBD Gunungkidul, Pemerintah Desa, Bhabinkamtibmas, serta warga masyarakat setempat, sebagai upaya meningkatkan keandalan pasokan listrik dalam menghadapi cuaca ekstrem, khususnya di wilayah Gunungkidul.
Kegiatan rabas-rabas dilakukan dengan memangkas dan membersihkan vegetasi di sekitar jaringan listrik yang berpotensi mengganggu keandalan sistem, terutama saat hujan lebat dan angin kencang.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi gangguan kelistrikan berbasis kolaborasi antara PLN dan masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan langkah kesiagaan yang dilakukan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta menyikapi cuaca ekstrem yang dalam beberapa hari terakhir melanda wilayah DIY.
Hujan lebat disertai angin kencang berpotensi menimbulkan gangguan pada jaringan distribusi listrik, seperti pohon tumbang, banjir, maupun gangguan teknis lainnya.
Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah DIY saat ini masih berada pada periode puncak musim hujan.
BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta, Bramantyo Anggun Pambudi menyampaikan bahwa inisiatif ini dilakukan semata-mata demi kenyamanan pelanggan dalam menikmati listrik.
”Kami sangat memahami bahwa padam tiba-tiba adalah hal yang paling dihindari oleh masyarakat karena mengganggu aktivitas. Oleh karena itu, melalui kegiatan rabas-rabas pohon di sekitar jaringan listrik ini, kami turun langsung memastikan jaringan listrik bersih dari benda lain yang menyebabkan risiko padam mendadak, sehingga aliran listrik ke rumah warga dan tempat usaha tetap lancar,” jelasnya.
Sebagai bagian dari kesiagaan sistem, PLN UP3 Yogyakarta melakukan patroli jaringan secara berkala, inspeksi peralatan distribusi, serta pemeliharaan preventif di titik-titik rawan gangguan.
Sebanyak 51 personel Tim Teknik dan 6 personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), 378 personel Tim Pelayanan Teknik (Yantek), serta 63 personel mitra kerja disiagakan untuk mempercepat proses penormalan apabila terjadi gangguan kelistrikan.
Pelaksana Harian (PLH) Manager PLN UP3 Yogyakarta, Wiwit Supriyadi, menyampaikan bahwa PLN terus melakukan langkah antisipatif dan siaga penuh dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem yang terjadi.
“Kami tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat melalui kegiatan preventif seperti rabas-rabas jaringan. Ini penting untuk menjaga keandalan listrik di tengah cuaca ekstrem,” ujar Wiwit.
Dari sisi sarana pendukung, PLN menyiagakan 39 unit kendaraan roda empat, 24 unit kendaraan roda dua, 9 unit crane, 6 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 18 Unit Gardu Bergerak (UGB), serta 20 unit genset portabel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/260210_gmpln.jpg)