PSIS
Formula Baru yang Dijanjikan Coach Ega Raka Tak Terbukti, PSIS Semarang Dibantai Lagi
PSIS Semarang kembali gagal memanfaatkan laga kandang setelah takluk telak dari PSS Sleman dengan skor mencolok 0-5
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Lalu, dalam laga terakhir, PSIS berhasil memutus tren selalu kalah ketika bertandang melawan Persipal Palu.
"Secara keseluruhan pemain dalam kondisi baik, termasuk aspek mental pemain kondisinya sedang baik. Mereka termotivasi untuk menampilkan performa terbaiknya dan antusias untuk meraih poin penuh," jelas Ega.
Terkait evaluasi, salah satu yang jadi sorotan yakni krisis gol. Musim ini, PSIS baru mampu memasukkan dua gol. Catatan yang harusnya jadi catatan serius tim kepelatihan.
Ega mengatakan, untuk laga kontra PSS, ia akan melakukan beberapa perubahan di lini depan.
"Tentu akan ada perubahan untuk lini depan. Harapannya kita lebih tajam lagi dan bisa memaksimalkan setiap peluang," jelasnya.
Sementara soal kekuatan lawan, Ega mengatakan dua pemain sayap Super Elja jadi perhatian tersendiri, terutama pada sosok Riko Simanjuntak. Satu nama lain yang jadi perhatian, yakni Dominikus Dion.
"Memang mereka kuat di area flank, itu menjadi ciri khas mereka. Dan kita sudah analisa melalui rekaman video. secara khusus kita perlu antisipasi cara mereka maen di wing dengan kedua winger nya punya kecepatan," katanya.
"Tapi kita perlu waspadai juga pemain yang lainnya. Karena secara kolektifitas mereka juga bagus. Kita sudah antisipasi. Dan harapannya pemain lebih disiplin untuk menjaga zona dan mengantisipasi pergerakan lawan," pungkasnya.
Dalam kesempatan terpisah, pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis menyebut laga melawan PSIS akan menjadi laga menarik.
Apalagi kedua tim sama-sama berstatus tim degradasi dari Liga 1 musim 2024/2025.
"Besok jadi pertandingan yang sangat menarik artinya kedua tim yang tadinya di kasta pertama sekarang di kasta kedua ini kembali bertemu," ujarnya.
Performa mereka musim ini membuat PSS diunggulkan mampu membawa pulang poin di kandang PSIS. Namun Ansyari tak mau berandai-andai dan meminta pemainnya fokus meraih kemenangan di kandang lawan.
"Kita tahu PSIS Semarang posisinya di bawah, tapi ini jangan buat pemain menjadi terlena. Karena siapapun tim di Liga 2 punya kekuatan yang sama. Jadi kita berharap seluruh pemain fokus, tanggung jawab kerja keras," terangnya.
"Artinya sepak bola tidak bisa seperti matematika, satu tambah satu langsung dua gitu enggak. Karena biar bagaimanapun mereka bertindak sebagai tuan rumah. Mereka punya motivasi yang lebih dan kita berharap seluruh pemain ini harus kita antisipasi gitu," jelasnya.
Di sisi lain, pelatih berusia 55 Tahun itu melihat PSIS Semarang kini memainkan sepak bola modern yang wajib di antisipasi anak asuhnya.
"Kita lihat PSIS Semarang bermain dengan sepak bola modern, mereka tidak melakukan defense yang frontal, tapi mereka bermain dengan attacking football. Jadi kita juga sama seperti mereka gitu, jadi siapa yang terbaik pasti itu yang akan menangkan pertandingan," tegasnya.
| Siapa yang Pantas Gantikan Ega Raka Galih di Kursi Pelatih PSIS Semarang? Ini Deretan Beberapa Nama |
|
|---|
| Sesumbar Ega Raka Akan Balas Dendam Tak Terbukti, PSIS Kalah Lagi, Kini Salahkan Pemain Belakang |
|
|---|
| Mampukah Ega Raka Buktikan Omongannya Ingin PSIS Semarang Balas Dendam di Kandang Persiku Kudus? |
|
|---|
| Perwakilan Investor Baru PSIS Semarang Temui Snex dan Panser Biru |
|
|---|
| Mampukah PSIS Semarang Curi Poin di Kandang Persela Lamongan? Ega: Kami Wajib Kerja Keras |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251020_psis-semarang.jpg)