Sabtu, 16 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

Mario Londok Minta Bek PSIS Semarang Harus Lebih Sigap

Penampilan perdana kiper anyar PSIS Semarang, Mario Fabio Londok, di kompetisi Pegadaian Championship

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG
KIPER BARU: Penjaga gawang anyar PSIS Semarang, Mario Fabio Londok. (DOK. PSIS) 
Ringkasan Berita:
  • Mario Fabio Londok mengakui debutnya bersama PSIS Semarang belum maksimal karena tim masih dalam proses membangun kekompakan.
  • Gol pertama Deltras FC disebut terjadi akibat bola defleksi yang mengubah arah dan menyulitkan penjaga gawang.
  • PSIS menargetkan kemenangan saat menghadapi Persela Lamongan demi menghindari ancaman degradasi, sekaligus menjadi laga emosional bagi Mario.

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penampilan perdana kiper anyar PSIS Semarang, Mario Fabio Londok, di kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 belum berjalan sesuai harapan.

Penjaga gawang asal Sulawesi Utara itu harus memungut bola dari gawangnya sebanyak tiga kali saat PSIS menjamu Deltras FC pada pekan ke-16 di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (17/1).

Mario menilai hasil kurang maksimal tersebut tidak terlepas dari belum solidnya kerja sama antarpemain.

Ia menyebut komposisi pemain yang banyak diisi wajah baru membuat tim membutuhkan waktu lebih untuk membangun kekompakan dan pemahaman di lapangan.

"Kita belum kompak, jadi masih belum bisa maksimal akhirnya hasilnya kurang bagus.

Tapi saya lihat tim ini dari hari kehari semakin bagus.

Pemain-pemain yang baru saat ini sekarang sudah mulai kompak," jelas Mario, Rabu (21/1).

Baca juga: Wawancara Eksklusif: Dana Rp 61 Miliar Koperasi NEU RSUD Banyumas Raib

Baca juga: BREAKING NEWS: KPK Geledah Kantor Bupati Pati Hari Ini

Lebih lanjut, Mario mengungkapkan salah satu momen krusial terjadi saat PSIS kebobolan gol pertama.

Gol tersebut membuat tim harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan sepanjang pertandingan.

"Kemarin kebobolan pertama itu karena bola deflected.

Kena di kaki, jadi saya (posisi) jatuh, bola deflected dan berubah arah," ungkapnya.

Sebagai bahan evaluasi, Mario menyoroti pentingnya peningkatan kewaspadaan di lini belakang PSIS.

Menurutnya, para pemain bertahan perlu lebih sigap dalam membaca pergerakan lawan, khususnya ketika menghadapi penyerang yang memiliki kecepatan tinggi.

"Kalau menurut saya, teman-teman di posisi bek harus lebih sigap lagi kalau dapat striker yang cepat seperti itu.

Kita harus lebih siap menutup gerakannya," ungkapnya.

Menatap laga berikutnya melawan Persela Lamongan di Stadion Jatidiri Semarang pada Sabtu (24/1), Mario menegaskan kemenangan menjadi target mutlak demi menjauh dari ancaman degradasi.

Pertandingan tersebut juga memiliki makna emosional bagi dirinya, mengingat Persela merupakan klub yang sebelumnya dibelanya.

Sebelum bergabung dengan PSIS Semarang pada bursa transfer paruh musim, Mario Fabio Londok tercatat sebagai penjaga gawang utama Persela Lamongan di ajang Pegadaian Championship 2025/2026 dan memiliki kedekatan dengan para pemain Laskar Joko Tingkir.

"Lawan Persela, secara emosional pasti ada semangat tersendiri.

Saya senang bisa ketemu anak-anak. 

Ya mungkin melawan mereka yang sebelumnya satu tim dan sekarang harus jadi lawan, pasti lebih semangat lagi untuk menghadapi mereka," kata dia.


Menurutnya, Persela secara tim punya kekompakan yang bagus.


"Kalau secara individu, ada satu nama yaitu Jhon Mena harus kita waspadai," katanya. (arl)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved