Sabtu, 30 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

Mata Rafinha Sampai Lebam, PSIS Semarang vs Persela Cuma Berakhir Imbang

PSIS Semarang gagal mengamankan poin penuh dalam partai krusial menjamu Persela Lamongan.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
TUTUP MATA- Striker PSIS Semarang Rafinha saat merayakan golnya ke bawang Persela Lamongan dalam laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 Grup Timur Pekan ke-19 dengan gestur menutup satu matanya di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (15/2/2026) sore. Gol telat Rafinha di penghujung laga menyelamatkan muka PSIS yang tampil di depan publik sendiri dengan skor akhir 1-1. 

TRIBUNJATENG.COM - PSIS Semarang gagal mengamankan poin penuh dalam partai krusial menjamu Persela Lamongan dalam duel kedua tim di pekan 19 Pegadaian Championship 2025/2026 Stadion Jatidiri Semarang, pada Minggu (15/2/2026) sore.

Keuntungan sebagai tim tuan rumah gagal dimaksimalkan dengan sebuah kemenangan setelah pada laga ini PSIS hanya mampu bermain imbang 1-1.

Hasil ini membuat PSIS menambah satu poin di papan klasemen sementara dengan 12 poin. Meski demikian, posisinya belum beranjak dari posisi sembilan.

Baca juga: Hasil Babak II PSIS Semarang vs Persela Lamongan, Mahesa Jenar Gagal Raih Kemenangan

Baca juga: Tegar Infantrie: Adaptasi Cepat dengan Pelatih Baru Jadi Modal PSIS Semarang Hindari Playoff

Kehilangan dua poin di kandang sendiri tentu disayangkan sebab Otavio Dutra dkk tinggal menyisakan tiga laga kandang sisa musim ini menghadapi Barito Putera, Persipal Palu, dan Kendal Tornado FC.

Adapun untuk partai away, PSIS punya lima laga yang harus di jalani.

Satu di antaranya laga melawan Deltras FC di pekan ke-20.

Tim tamu juga sebenarnya hanya bermain dengan 10 pemain sejak di pertengahan babak pertama setelah wasit memberikan kartu merah ke pemain Persela, Dimas Juliono.

Gol Persela lahir lewat kaki Hambali Tholib di menit 15.

Adapun gol penyama kedudukan PSIS dicetak oleh Rafinha di menit 91.

Dalam jalannya laga PSIS harus tertinggal 0-1 dari tamunya Persela Lamongan di paruh pertama.

Bermain menekan, Laskar Mahesa Jenar belum mampu menjebol gawang lawan di babak ini.

Kedua tim tampil menekan sejak menit awal. Peluang pertama diciptakan tuan rumah lewat Tegar Infantrie di menit 8.

Namun tendangannya dari luar kotak pinalti masih bisa diamankan kiper Persela, Rafli Mahreza.

Gol, tim tamu membuka keunggulan lebih dulu lewat sontekan Hambali Tolib. Pemain bernomor punggul 14 itu sukses menaklukan kiper PSIS, Mario Londok di menit 15.

Tertinggal satu gol, PSIS coba membalas dengan tampil mendominasi. Namun usaha Otavio Dutra dkk masih sulit menembus tembok Laskar Joko Tingkir.

Menit 25, PSIS kembali mendapat peluang, namun usaha Aysah Madilesa belum menemui sasaran. PSIS terus berusaha mencetak gol penyama. Namun serangan yang dibangun anak-anak Semarang masih buntu. 

Menit 35, Persela harus bermain dengan 10 orang setelah Titan Agung mendapat kartu kuning kedua berujung kartu merah karena dianggap melanggar keras pemain PSIS, M Alwi.

Pemain PSIS mengklaim pinalti, namun wasit memutuskan tendangan bebas usai review VAR.

Sayang peluang lewat set piece gagal dimaksimalkan dengan baik, tendangan Esteban Vizcarra masih membentur tembok pemain Persela.

Di babak kedua, PSIS melakukan sejumlah rotasi termasuk memainkan Rafinha yang dicadangkan di babak pertama.

PSIS sempat mencetak gol di menit 68 lewat sundulan Otavio Dutra namun dibatalkan usai wasit melakukan cek VAR.

Di babak kedua ini, PSIS juga sebetulnya punya banyak peluang namun belum berhasil.

Termasuk sepakan Rafinha di menit 74 yang membentur mistar.

Seakan laga akan berakhir dengan kemenangan tim tamu, PSIS akhirnya sukses menyamakan kedudukan di menit tambahan babak kedua. Tepatnya di menit 91.

Skor imbang 1-1 bertahan hingga akhir laga.

Usai laga, Headcoach PSIS Andri Ramawi menyebut timnya sudah berusaha memaksimalkan kesempatan bermain sebagai tuan rumah.

Namun, keberuntungan belum berpihak. Walau memang PSIS sebenarnya punya banyak peluang dalam laga ini.

"Terimakasih ke semua pemain yang sudah berjuang sampai menit akhir. Walaupun hasilnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan, target kami tiga poin tapi saya melihat determinasi dan daya juang. Itu menjadi sinyal positif untuk pertandingan selanjutnya," kata Andri.

Sementara itu, headcoach Persela Lamongan Bima Sakti tetap mensyukuri hasil imbang dalam laga ini.

Kesuksesan mencuri satu poin di kandang PSIS disebutnya jadi bahan evaluasi tim. Sebab, kemenangan sebenarnya sudah di depan mata. 

"Kita alhamdulillah dapat satu poin. Memang sedikit kecewa karena kami hampir menang, namun kemenangan di depan mata sirna lewat gol di menit menit akhir tim PSIS,," kata Bima.

"Ini jadi evaluasi bagi kami. Memang saya akui pemain juga tertekan karena hanya bermain dengan 10 orang dan kita tetap bersyukur karena bisa dapat satu poin," tandas legenda Tim Nasional Indonesia itu.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved