Ramadan 2026
Hasil Rukyatul Hilal di Pantai Kartini Jepara Tak Terlihat
Penentuan awal Ramadan 1447 H/ 2026, BHR Jepara menggelar rukyatul hilal pada Selasa (17/2/2026) di Pantai Kartini Jepara.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Dalam proses penentuan awal Ramadan 1447 H/ 2026, Badan Hisab Rukyat (BHR) Daerah Jepara menggelar rukyatul hilal pada Selasa (17/2/2026) di Pantai Kartini Jepara.
Pemantauan hilal menggunakan bantuan alat teleskop dilakukan mulai pukul 18.01 dengan waktu pemantauan 10-15 menit.
Hasilnya, hilal tidak terlihat melalui pemantauan dari Jepara.
Baca juga: Santri di Jepara Jadi Korban Pelecehan Pengasuh Ponpes, 25 Kali Selama 3 Bulan
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin mengatakan, pengamatan hilal di Jepara dilakukan oleh BHR Daerah, tim dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama' (Unisnu) dan beberapa pihak terkait.
Hasilnya hilal tidak terlihat lantaran perhitungan hisab ketinggian hilal di angka minus 1 derajat.
Sementara ketentuan kriteria tinggi hilal berdasarkan MABIMS di angka minimal 3 derajat dan elongasi 6,4.
Penentuan awal Ramadan, termasuk Syawal dan Dzulhijjah di Indonesia menggunakan metode rukyat dan hisab.
Dalam hal ini, metode hisab bersifat informatif dan kedudukan rukyat sebagai konfirmasi dari hasil metode hitungan hisab.
"Rukyatul hilal di Jepara tidak terlihat karena memang hasil perhitungan hisab, ketinggian hilal pada 17 Februari atau 29 Syakban di angka minus 1 derajat masih di bawah ufuk," terangnya.
Selain itu, lanjut dia, kondisi langit Jepara juga dalam kondisi mendung saat rukyatul hilal dilakukan.
Semakin memantapkan hasil bahwa hilal tidak terlihat di langit Jepara.
Hasil ini langsung disampaikan ke Kemenag Republik Indonesia sebagai bahan untuk Sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1447 H / 2026.
Baca juga: Safari Dakwah Ramadan Santri Ponpes Lirboyo Sebrangi Laut Jepara Menuju Karimunjawa
"Setiap akhir bulan sebenarnya melakukan rukyatul hilal. Namun konsentrasi utama pada satu Ramadan dan 1 Syawal, juga satu Dzulhijah."
"Hisab dilakukan sebagai alat bantu. Meski perhitungan hisab posisi hilal di bawah ufuk, namun metode rukyatul hilal tetap dilakukan apapun hasilnya," ujar dia.
Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan, apapun keputusan pada Sidang Isbat sudah menjadi pertimbangan bersama dalam menentukan awal masuk Ramadan.
Apakah Ramadan jatuh pada Rabu (18/2/2026), atau justru jatuh pada Kamis (19/2/2026).
"Ada potensi besar perbedaan awal masuk Ramadan, namun mudah-mudahan tidak menjadi suatu hal, tidak mengganggu ibadah."
"Apapun putusan nanti bisa bermanfaat bagi masyarakat Jepara dan Indonesia pada umumnya," tutur dia. (*)
| Bukan dari Arab, Inilah Sejarah Unik Halalbihalal dari Tradisi Nusantara hingga Tren Potluck |
|
|---|
| Pesta Kembang Api dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Kauman Semarang |
|
|---|
| Atraksi Sembur Api Jadi Magnet Kemeriahan Malam Takbiran di Kebumen |
|
|---|
| Menelusuri Jejak Sejarah dan Filosofi di Balik Tradisi Malam Takbiran |
|
|---|
| Cadangan BBM Nasional Hanya 20 Hari, Sripeni Yakin Cukup untuk Antar Warga Pulang Kampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260217-_-Rukyatul-Hilal-di-Pantai-Kartini-Jepara.jpg)