Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Kenapa Harus Berbuka Dengan Makanan Manis saat Puasa Ramadan? Ini Penjelasan Hadist

Kenapa kita dianjurkan untuk berbuka puasa dengan yang manis sudah dijelaskan dalam berbagai hadist yang ada.

Penulis: Val | Editor: rival al manaf
UNSOED PURWOKERTO
MENU RAMADAN - Ilustrasi menu makanan manis yang biasa disajikan saat sahur dan buka puasa selama Ramadan. 

TRIBUNJATENG.COM - Kenapa kita dianjurkan untuk berbuka puasa dengan yang manis sudah dijelaskan dalam berbagai hadist yang ada.

Secara medis makanan yang manis memang lebih cepat memberikan energi ke dalam tubuh.

Namun jauh sebelum penelitian medis itu mengemuka, hadist sudah menjelaskan kenapa rasul berbuka dengan kurma. Sebuah makanan ringan yang terasa manis

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kabupaten Tegal Hari Ini, 2 Ramadan Hari Jumat 20 Februari 2026 

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kabupaten Pati, Ramadan Hari Ke-1, Kamis 19 Februari 2026

Awal puasa Ramadan 2026 atau sudah dijalani kita semua.

Pada Ramadhan, seorang muslim diwajibkan menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Secara arti, puasa atau shaum adalah menahan diri dari makan dan minum serta perkara yang membatalkan puasa mulai terbitnya fajar (imsak shubuh) hingga terbenamnya matahari (maghrib).

Umat Islam di Indonesia mempunyai berbagai cara dalam menyambut Ramadhan.

Dari sekian banyak cara, paling ramai adalah keanekaragaman kuliner untuk berbuka puasa.

Begitupula dengan makanan pembuka atau takjil. Di Indonesia sendiri ada beberapa menu takjil seperti kolak, bubur candil, es buah dsb.

Adapun Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits diceritakan biasa berbuka dengan kurma.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Artinya: "Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab sebelum shalat (Maghrib). Jika tidak ada ruthab (kurma muda) maka dengan tamr (kurma matang), jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk air." (HR. Abu Daud)

Lalu jika berbuka puasa dengan makanan manis lainnya, apakah kita tidak mendapat sunnahnya Nabi?

Berikut penjelasannya mengutip hadits dan pendapat ulama.

Pertama, hadits Nabi yang lain.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved