Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Kisah KH Idris dan Lahirnya Ponpes Lumpur Losari yang Jadi Cikal Bakal Al Muhajirin

Berdirinya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muhajirin di Jl Kyai Idris Desa Limbangan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes

Tayang:
Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Wahyu Nur Kholik
MEMBACA KITAB - Santri saat membaca kitab di depan musala didampingi para kyai di Ponpes Al Muhajirin pada Kamis 26 Februari 2026. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Berdirinya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muhajirin di Jl Kyai Idris Desa Limbangan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes Jawa tengah pada tahun 1993 tak lepas dari Ponpes Yanbau'ul Ulum atau yang lebih dikenal dengan Ponpes  Lumpur Losari.


Keberadaan pesantren lumpur saat itu, dianggap menjadi ancaman bagi eksistensi kolonialisme Hindia-Belanda.

Ponpes Lumpur Losari sendiri berada di Dusun Lumpur, Desa Limbangan, Kecamatan Losari, Brebes, Jawa Tengah yang didirikan oleh KH Idris bin KH Ahmad Sholeh pada 1874 menjadi perhatian tersendiri bagi kolonial Belanda saat itu.

Berkembangnya waktu, nama Ponpes Lumpur berubah menjadi nama Ponpes Yanbaul Ulum pada 1974.

Kemudian pada tahun 1993, Keturunan dari KH Idris mengembangkan Ponpes Lumpur dan diberi nama Ponpes Al Muhajirin.

Saat itu, pembelajaran keagamaan berfokus pada sebuah musala. Bahkan bertamakali berdiri ponpes hanya memiliki satu santri dari Kecamatan Losari.

33 tahun berlalu, saat ini Ponpes Al Muhajirin memiliki kurang lebih 150 santri, baik yang bermukim atau santri kalong (belajar di pondok kemudian pulang).

Gus Raden Muhammad Syifaul Huda Pengasuh Ponpes Al Muhajirin , mengatakan, Untuk kawasan Losari, baik Brebes maupun Cirebon banyak didatangi oleh para keturunan Wali Songo, Sunan Gunung Jati.

Gus Syifa menyebut, Pondok Lumpur sendiri sudah jelas merupakan keturunan dari Sunan Gunung Jati.

Baca juga: Napak Tilas Jejak Wali Gembyang Sebarkan Islam di Kendal

"Ponpes Lumpur Losari sendiri bahkan telah di kukuhkan oleh Santana dari Keraton Kasepuhan Cirebon, bahwa pendiri dari Ponpes Lumpur merupakan keturunan dari Sunan Gunung Jati Cirebon," ujarnya, Kamis 26 Februari 2026.

Keabsahan itu, kata Gus Syifa dibuktikan melalui manuskrip dari Keraton Kasepuhan Cirebon.

"Saya sendiri dikasih tahu oleh kyai dari Ponpes benda kerep Cirebon, menurut buku manuskrip (silsilah) itu ada."

"Termasuk Pokdok Lumpur, kempek, benda kerep dan buntet itu satu kesatuan masih satu keluarga."

"Kalo untuk keturunan dari Sunan Gunung Jati, Pondok Lumpur Nyai Raden Ayu Soimah Binti KHR. Murtasim merupakan Keturunan ke 13 dari Sunan Gunung Jati, itu sudah falid, Santana dari Keratonan Kecirebonan sudah turun mengukuhkan dibuktikan manuskripnya," paparnya.

KH Muslih Idris Hambali Pengasuh Ponpes Al Muhajirin menyebut, perpindahan nama Ponpes Yanbu'ul sekitar tahun 1973.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved