Ramadan 2026
Waspada! Sejumlah Jalur Mudik di Cilacap Rawan Bencana Saat Lebaran 2026
Hujan dengan intensitas tinggi yang masih berpotensi mengguyur wilayah Cilacap menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Hujan dengan intensitas tinggi yang masih berpotensi mengguyur wilayah Cilacap menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Cilacap memetakan sejumlah titik rawan longsor dan genangan di jalur yang akan dilintasi pemudik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan pemetaan ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi bencana untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar.
"Kami mengimbau para pemudik yang melintas di wilayah Cilacap agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras karena ada beberapa titik yang berpotensi terjadi genangan maupun longsor hingga menutup badan jalan," ujar Taryo, Kamis (5/3/2026).
Baca juga: Plot Twist Ternyata Fadia Arafiq 2 Periode Jadi Bupati Pekalongan Tapi Tak Paham Birokrasi
Jalur Selatan Masih Rawan
Menurut BPBD Cilacap, sejumlah titik yang masuk kategori rawan berada di Jalur Selatan Jawa Tengah yang menjadi akses vital kendaraan antarprovinsi.
Beberapa wilayah yang mendapat perhatian khusus antara lain Mergosari di Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, serta Karangpucung yang selama ini dikenal rentan longsor saat curah hujan tinggi.
Taryo menuturkan karena ruas tersebut berstatus jalan nasional, koordinasi intensif dilakukan dengan Kementerian Pekerjaan Umum guna memastikan penanganan bisa segera dilakukan jika terjadi bencana.
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar ketika ada kejadian, respons bisa cepat sehingga arus mudik tidak sampai lumpuh," katanya.
Jalur Alternatif Juga Dipantau
Tak hanya jalur utama, sejumlah jalur alternatif pun masuk dalam pemetaan kerawanan BPBD Cilacap.
Ruas Cukangleles-Cipari-Sidareja yang menjadi penghubung Jalur Selatan dengan Jalur Lintas Selatan Selatan (JLSS) turut diantisipasi karena berisiko terdampak longsor maupun genangan.
Selain itu, jalur Rawa Apu di perbatasan Pangandaran, Jawa Barat, hingga Jeruklegi yang merupakan bagian dari JLSS Jateng juga dipantau secara khusus.
Seluruh Personel Disiagakan
Menghadapi momentum Lebaran 2026, BPBD Cilacap mengerahkan seluruh personel di empat UPT BPBD, yakni Majenang, Sidareja, Kroya, dan Cilacap, termasuk tim di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops).
"Semua personel dan relawan sudah kami siagakan di wilayah masing-masing sehingga apabila terjadi kondisi darurat, penanganan bisa dilakukan dengan cepat," kata Taryo. (ray)
| Bukan dari Arab, Inilah Sejarah Unik Halalbihalal dari Tradisi Nusantara hingga Tren Potluck |
|
|---|
| Pesta Kembang Api dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Kauman Semarang |
|
|---|
| Atraksi Sembur Api Jadi Magnet Kemeriahan Malam Takbiran di Kebumen |
|
|---|
| Menelusuri Jejak Sejarah dan Filosofi di Balik Tradisi Malam Takbiran |
|
|---|
| Cadangan BBM Nasional Hanya 20 Hari, Sripeni Yakin Cukup untuk Antar Warga Pulang Kampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260305_Pusat-Pengendalian-Operasi.jpg)