Berita Semarang
11 Jabatan Kosong, Asesmen Jabatan Eselon II Pemkot Semarang Dimulai
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti sejumlah OPD saat ini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengungkapkan, sejumlah jabatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Semarang saat ini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt), bahkan beberapa di antaranya masih kosong.
"Minggu lalu kita mengirimkan surat pemberitahuan kepada Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bahwa kita memulai proses asesmen untuk (jabatan) eselon ll," kata Agustina seusai menghadiri acara di Puskesmas Bangetayu, Genuk, Kota Semarang, Kamis (4/9/2025).
Menurutnya, Pemerintah Kota Semarang telah membentuk panitia seleksi (pansel) yang terdiri dari unsur akademisi dan birokrasi.
Baca juga: Bangkitkan Geliat Ekonomi Rakyat, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Gelar Pasar Tiban
"Pansel ini (di antaranya) melibatkan perwakilan dari Undip, Unnes, Unika, dan Asisten II," tambahnya.
Lebih lanjut, Agustina menjelaskan, asesmen ini ditujukan untuk mengisi kekosongan jabatan eselon II yang saat ini jumlahnya mencapai 11 formasi setelah adanya mutasi internal.
“Yang kehilangan satu, Pak Irwanyah, kemarin jadi 11 (formasi kosong),” jelasnya.
Sebagai informasi, Irwansyah (Mohamad Irwansyah) merupakan Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang. Irwansyah meninggal dunia pada Sabtu (30/8/2025) lalu.
Pemkot menargetkan proses perizinan dan asesmen dapat segera selesai.
Baca juga: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Siap Kembangkan Wisata Pantai Mangunharjo
“Kita tunggu izin turun. Kalau cepat, kira-kira dalam satu bulan ke depan sudah bisa (dilakukan pengisian),” imbuhnya.
Dengan percepatan proses ini, Pemkot Semarang berharap kinerja birokrasi dapat berjalan lebih optimal dengan terisinya seluruh jabatan strategis secara definitif. (idy)
| AKBP Basuki Dituntun 5 Tahun Atas Kematian Dosen Untag Semarang, Beraksi Kasar Saat Keluar Sidang |
|
|---|
| Kenapa Silayur Semarang Jadi Jalur Maut? Puluhan Korban Meregang Nyawa Tiap Tahunnya |
|
|---|
| Aksi Kasar AKBP Basuki di PN Semarang, Tepis Tangan Wartawan Wanita Sambil Berlari Menuju Mobil |
|
|---|
| AKBP Basuki Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Dosen Untag Semarang |
|
|---|
| Dinkes Kota Semarang Luncurkan Program Gemas, Ajak Masyarakat Mlaku Sehat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250904_Wali-Kota-Semarang-Agustina-Wilujeng-di-Puskesmas-Bangetayu_1.jpg)