Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Jaga Kesehatan di Musim Pancaroba: Dinkes Semarang Bagikan Tips Jitu Cegah ISPA

Dinas Kesehatan Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko penyakit ISPA.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
DBD - Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam saat diwawancara awak media di sela menghadiri acara di Puskesmas Bangetayu, Genuk, Semarang, Kamis (4/9/2025). Dinas Kesehatan Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko penyakit, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Dinas Kesehatan Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko penyakit, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Hal itu di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr M Abdul Hakam menyampaikan, perubahan cuaca ekstrem—dari siang yang sangat panas mencapai 32 hingga 35 derajat Celsius.

Baca juga: Dinkes Catat Ispa di Kabupaten Tegal Sampai Juni 2025 Ada 97.429 Kasus 

Lalu sore mendung dan malamnya hujan, dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

"Itu pasti akan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Nah, ketika sistem kekebalan tubuh itu turun, kalau di dalam rumah itu suhu kelembaban PM2,5, kemudian pencahayaan, sirkulasi udara itu mendukung untuk tumbuh kembangnya bakteri, jamur atau mikro organisme yang lain, itu pasti akan menyebabkan ISPA," kata Abdul Hakam di Semarang, Kamis (4/9/2025).

Ia juga menyoroti pentingnya memperhatikan partikel debu halus berbahaya, khususnya PM2,5, yang bisa menjadi indikator kualitas udara dalam ruangan.

"PM2,5 itu adalah debu. Jadi kalau pulang ke rumah, meja digunakkan set (saat dilap berwarna) coklat, berarti PM2,5 nya positif," terangnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Semarang mengimbau masyarakat untuk rutin membuka pintu dan jendela rumah pada pagi hari agar sirkulasi udara lebih baik.

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk berjemur minimal 30 menit hingga 1 jam untuk mendapatkan asupan vitamin D yang penting bagi daya tahan tubuh.

“Dengan berjemur di pagi hari, tubuh jadi lebih fit, terhindar dari virus, bakteri, maupun jamur yang berpotensi masuk ke tubuh,” paparnya.

Dinkes juga mengingatkan, suhu dan kelembaban rendah yang tidak terkontrol di dalam rumah dapat menjadi faktor pencetus munculnya penyakit serius seperti ISPA hingga tuberkulosis.

Baca juga: 2.300 Pasien TBC di Semarang Belum Sembuh, Dinas Kesehatan Ungkap Kendala Terbesar

Masyarakat diminta untuk selalu menjaga kebersihan rumah, memastikan ventilasi baik, dan meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit menular yang kerap muncul saat cuaca tidak menentu.

"Suhu yang rendah, kelembaban yang rendah, pasti akan mencetuskan kejadian ISPA, kejadian tuberkulosis," imbuhnya. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved