Berita Semarang
37 Tenant Ramaikan Semarang Agro Expo 2025
Sebanyak 37 tenant meramaikan Semarang Agro Expo (SAE) 2025 yang berlangsung di UPTD Agrobisnis Dinas Pertanian Kota Semarang
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Sebanyak 37 tenant meramaikan Semarang Agro Expo (SAE) 2025 yang berlangsung di UPTD Agrobisnis Dinas Pertanian Kota Semarang, Kecamatan Mijen.
Tenant dihadirkan dalam kegiatan yang berlangsung sejak Jumat - Minggu (12-14/9) tersebut dari berbagai sektor, mulai swasta, akademisi, UMKM binaan, hingga wanita tani.
Wakil Wali Kota, Iswar Aminuddin menjelaskan, kegiatan ini sebagai wujud komitmen Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian penting dari pembangunan kota.
Iswar Aminuddin menegaskan, SAE 2025 bukan hanya sekadar pameran, melainkan sarana kolaborasi antara petani, pengusaha, akademisi, kelompok tani, dan berbagai komunitas yang terlibat dalam bidang pertanian.
“Kegiatan ini menjadi panggung inovasi untuk menggerakkan ekonomi lokal dan menegaskan bahwa pertanian di Kota Semarang bisa menjadi sektor yang dinamis, kreatif, dan berdaya saing tinggi,” ujar Iswar dalam keterangannya.
Iswar yang membuka SAE mewakili wali kota Semarang, Agustina Wilujeng pada Jumat (12/9) menyampaikan, tema "Bertani untuk Masa Depan" pada kegiatan ini menekankan pentingnya ketahanan pangan berkelanjutan sebagai bagian integral dari kemandirian Kota Semarang.
Ia menyebutkan, Kota Semarang memiliki luas wilayah sekitar 372 km⊃2;, hanya sekitar 6,41 persen yang masih digunakan sebagai lahan pertanian.
Ia menyebut, penurunan luas sawah menjadi tantangan.
Hal tersebut justru memacu pemerintah untuk berinovasi melalui _urban farming_ dan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan pertanian alternatif.
“Dengan keterbatasan lahan, kita buktikan bahwa bukan hambatan untuk menciptakan kemandirian pangan.
Program seperti Gerakan Makan Sayur dan Buah Nusantara (GEMAS) serta Gerakan Minum Susu dan Makan Telur (GERIMIS LUR) kami perkenalkan sebagai edukasi pola makan sehat sekaligus promosi hasil pertanian lokal,” tambahnya.
Acara ini juga melibatkan generasi muda melalui program petani cilik dan remaja tani, yang menjadi harapan regenerasi petani di Kota Semarang.
Berbagai kegiatan edukatif dan hiburan seperti lomba dongeng tani, kontes ternak kambing, dan pelatihan pengolahan empon-empon turut memeriahkan acara.
Wakil Wali Kota menekankan, sektor pertanian tidak hanya soal menanam dan memanen, tetapi juga tentang ketahanan kota, kemandirian ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, dan generasi muda menjadi kunci sukses pembangunan pertanian yang modern dan tangguh di Semarang.
“Pertanian perkotaan harus menjadi bagian edukasi, wisata, sekaligus inovasi sehingga bisa menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan mengembangkan dunia pertanian,” imbuhnya. (*)
| Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Kehormatan, Ketua KPPU RI Dorong Reformasi Manajemen Konstruksi |
|
|---|
| Mimpi Leo di Balik Kotak Pensil Warna, Datang ke Wisma Perdamaian untuk Jadi Juara |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Selasa 16 Juni 2026: Cerah Berawan |
|
|---|
| Detik-detik Mobil Terbakar di Tol Semarang-Solo, Diduga Api Berasal dari Korsleting Listrik |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Senin 15 Juni 2026: Hujan Ringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250914_Iswar-Aminuddin.jpg)