Berita Semarang
Sepanjang 2025, Pemkot Semarang Capai UHC 100 Persen dan Kendalikan Stunting
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencatat capaian di sektor kesehatan sepanjang 2025 dengan terwujudnya Universal Health Coverage (UHC) 100 persen.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencatat capaian di sektor kesehatan sepanjang 2025 dengan terwujudnya Universal Health Coverage (UHC) 100 persen.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memaparkan, hal ini mengindikasikan bahwa hingga Desember 2025, seluruh penduduk Kota Semarang telah terdaftar dan terlindungi dalam sistem jaminan kesehatan.
Baca juga: UHC Purbalingga Masih Bertahan, Skema BPJS Tak Lagi Non Cut Off
Menurut dia, keberhasilan mencapai UHC 100 persen ini menjadi fondasi bagi penguatan pembangunan manusia di Kota Semarang.
"Menjaga kesehatan warga adalah fondasi utama pembangunan Kota Semarang. Upaya pengendalian stunting dan terwujudnya UHC 100 persen menunjukkan bahwa kebijakan kesehatan kami diarahkan agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama sejak usia dini," kata Agustina dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).
Seiring dengan capaian UHC, terangnya, Pemkot Semarang juga mencatat keberhasilan mengendalikan angka stunting.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang hingga cut-off Desember 2025, prevalensi stunting tercatat sebesar 4,27 persen atau sebanyak 2.593 balita.
Angka ini, menurutnya, mencerminkan hasil dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, serta edukasi gizi di tingkat keluarga dan masyarakat.
Ia mengungkapkan, selain penanganan kasus, Pemkot juga memperkuat upaya pencegahan sejak dini.
Intervensi preventif dilakukan secara terintegrasi agar anak tidak masuk dalam fase stunting, melalui sinergi layanan kesehatan, pemenuhan gizi, serta penguatan peran keluarga dan lingkungan.
Baca juga: UHC Belum Kembali Jadi Layanan Dasar saat Keuangan Daerah Terbatas, Bupati Faiz: Tetap Prioritas
"Kami memastikan layanan kesehatan, pencegahan, dan perlindungan jaminan kesehatan berjalan beriringan. Tujuannya jelas, agar setiap warga Kota Semarang memiliki kesempatan tumbuh sehat dan hidup lebih produktif," imbuhnya.
Dia menambahkan, capaian pengendalian stunting dan terwujudnya UHC 100 persen ini sejalan dengan prioritas pembangunan sektor kesehatan Kota Semarang yang menitikberatkan pada pencegahan, pemerataan layanan, dan perlindungan sosial.
Pemkot Semarang, ungkapnya, optimistis jika dengan fondasi kesehatan kuat, kualitas sumber daya manusia Kota Semarang dapat terus meningkat secara berkelanjutan. (*)
| Perjalanan Mella Andriani di Dunia Hospitality: Ini Bukan Sekadar Pekerjaan |
|
|---|
| Sate Padang Ajo Manih Semarang Bantah Video Viral Tusuk Sate Dicuci Dipakai Ulang: Kena Busa |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Maut di Arteri Yos Sudarso Semarang, Pembonceng Motor Jatuh ke Kolong Truk |
|
|---|
| Disebut Pakai Tusuk Sate Dicuci Ulang, Penjual Sate Padang di Gajahmada Semarang Ungkap Kronologinya |
|
|---|
| Menyusuri Arus Gelap Banjir Kanal Barat, Kisah Tim SAR Cari Lansia Hanyut di Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260120_Wali-Kota-Semarang-Agustina-Wilujeng-saat-meninjau-fasilitas-kesehatan_1.jpg)