Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemkot Semarang

10.157 RT di Kota Semarang Merasakan Manfaat BOP RT Rp25 Juta, Warga Berharap Program Berlanjut

Di tengah pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Semarang mengenai alokasi Bantuan Operasional (BOP)

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Warga memanfaatkan dana 25 juta Per RT Per Tahun untuk membuat Taman Toga di RT 08 / RW 19 Kelurahan Sendangmulyo (minggu, 19/04) 

"Posyandu di wilayah kami sekarang lebih teratur. Bayi dan balita rutin ditimbang. Ibu-ibu senang," tegasnya.

Ketua RT 08/ RW 19 Kelurahan Sendangmulyo, Tembalang Langgeng Sugiharjo yang ditemui saat kerja bakti merasa sangat terbantu dengan bantuan dana 25 juta per tahun.

Dia berharap tahun 2026 dana bantuan segera cair.

Serapan 95,6 Persen: Bukti Bahwa Warga Membutuhkan dan Merasakan

Tingkat serapan yang mencapai 95,6 persen (10.157 dari 10.621 RT) bukanlah sekadar angka administratif.

Angka itu mencerminkan bahwa sebagian besar pengurus RT memilih untuk memanfaatkan dana tersebut karena mereka melihat kegunaannya.

Hanya 4,4 persen yang tidak mengambil, dengan alasan internal seperti sudah memiliki kas mandiri yang cukup.

Sisa anggaran tak terserap hanya sekitar Rp5,46 miliar (2,1 persen) dari total Rp265,7 miliar.  

Menunjukkan efisiensi dan ketepatan sasaran, bukan pemborosan.

"Jika program ini tidak bermanfaat, pasti tingkat penolakannya akan jauh lebih tinggi. Fakta bahwa 95,6 persen RT mengambil dana dan menggunakannya untuk kegiatan yang menyentuh warga adalah bukti paling nyata. Kami tidak perlu klaim muluk-muluk. Cukup tanyakan ke ketua RT dan warganya," terang wali kota.

Menjawab Kritik : Manfaat Makro Butuh Waktu, Manfaat Mikro Sudah Ada

Adanya kritik dari Pansus DPRD yang mempertanyakan indikator keberhasilan program, seperti penurunan stunting, DBD, atau peningkatan pengelolaan sampah secara signifikan. Pemkot Semarang tidak menolak kritik itu.

Justru, sepakat bahwa ke depan indikator makro perlu diperkuat.

Namun, pihaknya juga mengingatkan bahwa dampak jangka pendek program ini sudah terasa di tingkat lingkungan.

Peningkatan partisipasi warga dalam Posyandu berkontribusi pada deteksi dini stunting.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved