Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Deteksi Polutan Transparan, Peneliti Smart Materials Research Center Undip Raih Gelar Doktor

Dosen muda asal Universitas Diponegoro (Undip) Ilham Alkian berhasil mempertahankan disertasinya

Tayang: | Diperbarui:
IST
UJIAN TERBUKA - Peneliti Undip Ilham Alkian berhasil meraih gelar doktor usai menjalani ujian terbuka lewat penelitian Material Karbon Dots - Ist/ Dok. Pribadi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peneliti muda asal Universitas Diponegoro (Undip) Ilham Alkian berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka Program Doktor Ilmu Lingkungan dengan judul “Deteksi dan Fotodegradasi Polutan pada Air Limbah Farmasi Menggunakan Material Karbon Dots.”


Dalam penelitiannya, Ilham menyoroti tantangan besar dalam pengelolaan air limbah farmasi, yaitu keberadaan polutan “transparan” seperti logam berat dan antibiotik yang tidak berwarna meskipun dalam konsentrasi tinggi.

Keberadaan polutan ini kerap tidak terdeteksi, padahal tetap berbahaya meski berada pada kadar sangat rendah.


Menjawab persoalan tersebut, Ilham mengembangkan nanomaterial karbon dots dari kulit pisang.


Karbon dots adalah nanopartikel berukuran 10 nanometer yang memiliki sifat fluoresensi sehingga mampu memancarkan cahaya berwarna.


Penelitiannya berhasil mengembangkan tiga jenis karbon dots dengan emisi fluoresensi berbeda, yaitu biru, hijau, dan merah, yang terbukti efektif untuk mendeteksi logam berat dan antibiotik dengan cara yang sederhana, cepat, dan akurat.


“Polutan transparan sulit dikenali secara kasat mata.

Dengan memanfaatkan karakteristik cahaya karbon dots yang berubah saat berinteraksi dengan polutan, kita bisa membangun sistem deteksi baru. 

Prinsip ini memungkinkan deteksi berlangsung lebih cepat, murah, dan portabel tanpa harus bergantung pada instrumen laboratorium yang canggih dan rumit,” jelas Ilham, Jumat (29/08/2025).


Tidak berhenti pada aspek deteksi, riset ini juga menekankan aspek remediasi.


Ilham memodifikasi fotokatalis dengan karbon dots sehingga secara efektif dapat bekerja di bawah cahaya UV dan cahaya tampak.


Hasil uji menunjukkan kemampuan degradasi air limbah farmasi mencapai 94 persen.

Ia kemudian mengembangkan sistem film fotokatalis terapung yang stabil, dapat digunakan ulang hingga sembilan siklus, dan tetap mempertahankan efisiensi di atas 70 persen.


Temuan ini memberi rekomendasi teknis untuk pemanfaatan fotokatalis ramah lingkungan pada unit pengolahan limbah tersier, terutama dalam memastikan kualitas efluen sesuai dengan standar nasional.


Pada sambutannya, pria asal kabupaten Pati ini menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan yang ia terima sepanjang perjalanan pendidikannya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved