Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Tolak Angin Sido Muncul Gelar Seminar Nasional Pemanfaatan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat

Sido Muncul bersama Fakultas Kedokteran Unnes Semarang menggelar seminar nasional dengan tema “Pemanfaatan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat”.

Tayang:
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
OBAT HERBAL - Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat (kiri) memberikan pemaparan saat menjadi narasumber dalam seminar nasional dengan tema “Pemanfaatan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat”, di Ruang B106, Fakultas Kedokteran Unnes, Selasa (2/9/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui produk unggulannya Tolak Angin bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar seminar nasional dengan tema “Pemanfaatan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat”, di Ruang B106, Fakultas Kedokteran Unnes, Selasa (2/9/2025). 

Seminar ini merupakan seminar yang ke-53 dilakukan Sido Muncul sejak 2007 dan diikuti oleh 250 peserta dari kalangan kedokteran, apoteker, dan tenaga kesehatan secara hybrid.

Baca juga: Sido Muncul Rilis Iklan Kuku Bima Energi Indonesia-Pesona Labuan Bajo, Terinspirasi Bung Karno

Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat berharap, seminar nasional ini menjadi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang jamu atau herbal bisa terus dilakukan oleh pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, yaitu dengan saintifikasi jamu berbasis penelitian dan pelayanan kesehatan. 

Menurutnya, Sido Muncul telah mengembangkan lebih dari 60 produk herbal berbahan tunggal seperti kunyit, temulawak, jahe, daun dewa, hingga kulit manggis. Produk-produk tersebut dinilai memiliki khasiat bagi kesehatan, di antaranya untuk menjaga kesehatan lambung dan liver.

Pihaknya bersama Unnes akan menjajaki kerja sama riset lebih lanjut terkait pemanfaatan jamu. Hasil riset tersebut nantinya akan dibukukan dalam bentuk compendium sebagai panduan bagi dokter mengenai fungsi dan kegunaan masing-masing herbal.

"Target kami jelas, membuat buku riset tentang produk herbal. Kami bagikan kepada para dokter supaya dokter mempelajari. Mereka nanti akan bisa menggunakan di dalam pelayanan kesehatan," jelasnya. 

Sementara itu, Rektor Unnes, Prof S Martono menilai, seminar ini menjadi momentum penting untuk meluruskan berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat terkait obat herbal maupun obat kimia.

Dia menilai, masih banyak informasi simpang siur tentang obat herbal. Maka, diperlukan kajian ilmiah untuk memastikan manfaat dan keamanan penggunaannya.

"Ini momen yang pas untuk pembelajaran kepada masyarakat dalam pemanfaatan obat herbal," ujarnya. 

Martono menambahkan, dari sisi akademik, seminar ini juga membuka ruang untuk penelitian. Beberapa hasil riset di Unnes disebut telah terbukti secara ilmiah, sehingga tinggal diuji lebih dalam dan dikolaborasikan dengan dunia industri, khususnya bersama PT Sido Muncul.

"Kami berharap ada kerja sama lebih lanjut dengan Sido Muncul. Di kampus banyak peneliti dan penelitian tentang obat-obatan yang bisa dikolaborasikan. Dengan begitu, hasil riset bisa benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat,” jelasnya.

Ke depan, Martono berharap ada keseimbangan dalam pemahaman masyarakat bahwa selain obat kimia, juga terdapat alternatif pengobatan berbasis herbal yang tersedia di sekitar. 

"Harapannya ada semacam keseimbangan dalam tatanan di masyarakat bahwa ada obat-obat lain selain obat kimia dan itu ada dan tersedia di sekitar kita," paparnya. 

Indonesia merupakan negara yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati terbesar
kedua di dunia setelah Brazil.

Lebih dari 30.000 spesies tanaman tumbuh di Indonesia, dan sekitar 9.600 di antaranya diketahui memiliki khasiat sebagai tanaman obat. Pemanfaatan
herbal sebagai obat tradisional telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved