Berita Semarang
Dua Alat Berat Dikerahkan Bersihkan Material Longsor di Karanganyar Gunung Semarang
Pemerintah Kota Semarang bersama pihak terkait terus melakukan penanganan pascalongsor dan banjir bandang
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang bersama pihak terkait terus melakukan penanganan pascalongsor dan banjir bandang yang melanda kawasan RT 6 RW 4 Jangli, Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, Kamis (11/9/2025) pagi.
Petugas fokus pada upaya memperlancar aliran sungai di belakang permukiman warga agar tidak kembali meluap.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan pemilik pabrik es yang bertanggung jawab dari talud yang longsor, serta aparat kecamatan.
“Yang pertama kita amankan saluran biar alirannya lancar. Kalau seperti kemarin, hujan deras dan ada jembatan di sini, air bisa naik sampai satu meter lebih. Itu yang dikhawatirkan warga,” ujarnya.
Menurut Suwarto, relokasi sementara sudah dilakukan terhadap warga yang terdampak. Total ada 14 keluarga dari empat rumah yang kini menempati kos di depan Atlanta.
“Pihak pabrik es komitmen penuh menangani. Kita dari Pemkot membantu koordinasi, pengawasan, dan yang terpenting penyelamatan warga,” tambahnya.
Suwarto menyebut, untuk mempercepat proses evakuasi material longsoran, satu unit ekskavator dan satu unit crane diturunkan di lokasi.
“Medan memang sulit karena posisi rumah berada di lereng, jadi butuh alat berat untuk mengangkat material ke atas,” terangnya.
Ia menambahkan, secara teknis longsor dipicu kondisi bangunan lama yang tidak diperkuat struktur bawahnya.
“Struktur bawah itu penting. Beban di atas cukup berat, tapi tidak diperhitungkan. Sebelum kejadian sudah ada retakan dan pekerja sempat diliburkan, lalu akhirnya longsor,” kata Suwarto.
Camat Candisari, Cipta Nugraha, menegaskan total ada 26 jiwa yang kini mengungsi.
“Awalnya satu rumah terdampak longsor, lalu sore harinya hujan deras membuat tiga rumah lain ikut terkena imbas,”
“Warga sudah kami ungsikan, kebutuhan akomodasi dipenuhi PT terkait, sementara tim kesehatan dari DKK juga membuka posko,” jelasnya.
Ia memastikan tidak ada korban luka berat dalam peristiwa tersebut.
“Hanya trauma saja, tidak ada luka serius,” kata Cipta.
Untuk jangka panjang, pihaknya meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi geografis sekitar. (Rad)
| Detik-detik Mencekam Tawuran Remaja Bawa Kayu 3 Meter di Semarang |
|
|---|
| Respons Wali Kota Semarang Soal Wacana Relokasi Warga Tanah Gerak Jangli |
|
|---|
| Pemkot Sebut Bakal Perbaiki Rumah Terdampak Puting Beliung Melalui Program RTLH |
|
|---|
| Cerita Pasutri Produsen Keripik Chimu, Produknya Masuk 50 Gerai Alfamart di Semarang |
|
|---|
| Biaya Haji 2026 Kota Semarang Rp86,4 Juta, Jemaah Hanya Bayar Bipih Rp53,2 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250911_longsor-2.jpg)