Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Alhamdulillah, Sayung Sudah Tidak Rob Lagi

Meski belum rampung sepenuhnya, tanggul tanah raksasa yang telah dibangun perlahan menahan air laut yang selama ini menjadi momok warga Sayung.

Tayang:
Penulis: faisal affan | Editor: Vito
Tribunjateng/bramkusuma
Jateng hari ini 13 September 2025 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Di pesisir utara Jawa, tepatnya di antara Kaligawe hingga Sayung, sebuah pemandangan baru kini mulai terlihat.

Hamparan timbunan tanah membentang di atas lautan, menandai jejak fondasi Jalan Tol Semarang-Demak seksi 1 yang mulai tersambung.

Kabar itu dibenarkan Humas China Road and Bridge Corporation (CRBC) Wika PP, Robby Sumarna. Jawabannya singkat, namun meyakinkan, “Sudah (fondasi tersambung-Red),” ujarnya, Jumat (12/9).

Meski belum rampung sepenuhnya, pondasi itu sudah menunjukkan dampak besar.

Tanggul tanah raksasa yang telah dibangun perlahan menahan air laut yang selama ini menjadi momok warga Sayung.

Rob yang biasa menggenangi jalur Pantura Semarang-Demak kini mulai menghilang.

Saat Tribunjateng.com meninjau paket 1B yang berada di dekat Pantai Morosari Demak, terlihat material tanah hampir menutup seluruh matras bambu yang menjadi dasar pondasi. 

Bambu-bambu itu dirangkai seperti anyaman raksasa, dipercaya lebih kuat dan efisien menopang jalan tol yang membentang di tepi Laut Jawa.

Namun, pekerjaan masih jauh dari selesai. Truk-truk besar terus hilir mudik menumpahkan tanah ke bagian pondasi yang belum tertutup sempurna.

Sementara di sisi lain, deru alat berat tak berhenti sejak pagi hingga malam.

Menariknya, proyek itu bersinggungan dengan jalur peziarah. Tol Semarang-Demak paket 1B melintasi jalan setapak menuju makam Syekh Abdullah Mudzakir, seorang tokoh yang diyakini memiliki karomah.

Wisatawan religi tetap datang, melewati cor beton di atas laut yang menggantikan jalan tanah urug lama.

Di sepanjang jalan, papan peringatan berdiri mulai dari penunjuk arah ke makam hingga larangan mengambil gambar di lokasi proyek.

Di balik hiruk-pikuk proyek, ada kabar baik yang langsung dirasakan warga. Pondasi sepanjang 10,64 kilometer yang kini tersambung terbukti membawa perubahan besar.

Jalur Pantura Sayung yang selama ini akrab dengan banjir rob, kini kering. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved