Semarang
Di Balik Lahan Kosong Terbakar di Sendangguwo Semarang, Ternyata TPS Liar
Insiden kebakaran tersebut dilaporkan telah terjadi Selasa (23/9) sore. Namun hingga Rabu (24/9) siang, api masih belum juga padam.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebuah lahan berisi tumpukan sampah terbakar di kawasan RT 1 RW 2 Kelurahan Sendangguwo, Rabu (24/9/2025).
Insiden kebakaran tersebut dilaporkan telah terjadi Selasa (23/9) sore. Namun hingga Rabu (24/9) siang, api masih belum juga padam.
Pantauan Tribun Jateng Rabu siang, tampak petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air di area tumpukan sampah yang mengeluarkan asap.
Menurut keterangan warga, lokasi tersebut menjadi tempat pembuangan sampah liar, di sekitar lokasi telah diberi spanduk larangan membuang sampah. "Buang sampah?? Ojo ning kene boss", begitu tertera larangan di spanduk tersebut.
Baca juga: Ketua Komisi D DPRD Blora Minta Maaf ke Dandim Usai Pertanyakan Keterlibatan TNI di Program MBG
Baca juga: Ini Line Up Wuling di GIIAS Semarang, Dari Mobil Listrik Niaga Hingga MPV Listrik
Warga sekitar, Tari (54) mengungkapkan, lokasi tersebut memang kerap digunakan warga luar untuk membuang sampah secara sembunyi-sembunyi, terutama pada malam hari.
"Mereka buang sampah waktu kita tidur. Jadi kita nggak tahu, tahu-tahu pagi-pagi loh ada gini (sampah-sampah baru). Kita nggak tahu siapa yang buang," aku Tari yang rumahnya berada di deretan samping lokasi kebakaran.
Menurut Tari, jenis sampah yang dibuang cukup beragam. Bahkan ia mengaku sempat melihat sampah medis dalam jumlah besar yang diambil oleh pemulung.
"Saya tahu, kemarin lihat, jalan ke sana (lokasi sampah), tak lihatin ada mobil masuk. Tak lihatin, enggak tahunya (setelah itu) ada orang mayeng 'pemulung' itu ngangkutin sampah medis yang plastik-plastik besar itu," terangnya kepada Tribun Jateng.
Dia menyebut, tumpukan sampah yang terbakar tidak pernah menggunung tinggi, biasanya sampah dilempar ke bawah.
Tari mengklaim, dirinya dan sebagian besar warga sekitar tidak membuang sampah di lokasi tersebut.
“Saya bakar sendiri di depan rumah. Orang-orang sini juga enggak buang di situ, kebanyakan yang buang itu orang luar,” katanya.
Ketua RW 02 Kelurahan Sendangguwo, Sutarto menyebutkan, lokasi yang terbakar merupakan lahan irigasi yang seharusnya tidak digunakan untuk tempat pembuangan sampah.
"Kami selaku pemangku wilayah di RW 2, memang di sini lahannya adalah tanah irigasi. Namun yang terjadi di sini untuk isi buang brangkal (puing) dan lain sebagainya. Kami dari pihak RW 2 dan seluruh RT yang ada di sini tidak mengkondisikan seperti itu, bahkan sebetulnya tidak diperbolehkan," kata Sutarto.
Dia mengklaim, warga yang membuang sampah di lokasi tersebut diduga berasal dari luar wilayah RW 02.
Meski sudah ada spanduk larangan, aktivitas pembuangan masih terus terjadi, bahkan dilakukan pada malam hari sehingga sulit diawasi.
| Supriyatun 40 Tahun Berjualan Nasi di Semarang, Kini Naik Haji Usai Nabung Rp 10 Ribu Sehari |
|
|---|
| Kota Semarang akan Memulai Rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-479 Melalui Launching |
|
|---|
| Musda HDII Jateng 2026, Penguatan Ekosistem Jadi Sorotan Utama |
|
|---|
| 65 Rumah di Gedawang Banyumanik Terdampak Puting Beliung, Pemkot Semarang Beri Bantuan |
|
|---|
| Gara-gara Tikus, Petani di Tegalwaton Semarang Empat Kali Gagal Panen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250924_Lokasi-kebakaran.jpg)