Berita Semarang
Lega Kasus ISPA Turun, Dinkes Semarang Kini Waspada Bahaya Diare Akibat Air Isi Ulang Tercemar
Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia di Kota Semarang disebutkan mulai menunjukkan penurunan.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia di Kota Semarang disebutkan mulai menunjukkan penurunan.
Namun demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama terhadap potensi diare akibat cuaca panas dan kualitas air yang buruk.
Baca juga: Semarang Panas Ekstrim, Waspada Flu Tropis Picu Lonjakan ISPA, Dehidrasi, dan Heat Stroke
"Ini memang agak naik. Begitu (suhu/cuaca) panas, kasusnya tinggi. Tapi dalam 1 bulan terakhir, sebetulnya turun," kata Hakam kepada Tribun Jateng, Selasa (21/10/2025).
Berdasarkan data Dinkes Kota Semarang pada minggu ke-41, kasus ISPA sekitar 8.000 kasus.
Kasus tertinggi terjadi pada minggu ke-37 yang hampir mencapai 9.000 kasus.
Sementara itu, kasus pneumonia tercatat di bawah 20 kasus.
Adapun kasus diare masih cukup tinggi dan cenderung stabil di kisaran 800 kasus.
“Diare ini karena sumber air yang terkontaminasi. Jadi kalau panas kayak gini, ISPA sama diare itu (yang paling sering muncul),” jelasnya.
Lebih lanjut Hakam menjelaskan, ISPA yang tidak segera ditangani bisa berkembang menjadi infeksi paru atau pneumonia.
"ISPA kalau tidak perbaikan akan muncul yang namanya infeksi paru, namanya pneumonia," terangnya.
Hakam lebih lanjut mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan memastikan keamanan konsumsi air minum.
"Satu, cuci tangan. Cuci tangan sebelum makan. Kemudian kedua, kalau minum air putih dari mohon maaf ya, air isi ulang, pastikan air isi ulang itu dilakukan pemeriksaan mikroorganisme," imbaunya.
Baca juga: Jaga Kesehatan di Musim Pancaroba: Dinkes Semarang Bagikan Tips Jitu Cegah ISPA
Ia menyebut, beberapa jenis mikroorganisme yang sering ditemukan dalam air isi ulang yang tidak higienis antara lain E.coli, Staphylococcus, dan Salmonella.
Dijelaskan, mikroorganisme ini kerap menjadi penyebab utama diare dan keracunan makanan.
"Nah, kalau misalnya tetap beli isi ulang, maka (air) wajib direbus," imbaunya. (idy)
| Tragedi Adik Tusuk Kakak Hingga Meninggal di Semarang, Ayah Syok Kehilangan Dua Anak Sekaligus |
|
|---|
| Wali Kota: Pawai Ogoh-Ogoh Merayakan Penghargaan Semarang sebagai Kota Toleransi |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Minggu 26 April 2026: Berawan hingga Hujan Lokal di Sejumlah Titik |
|
|---|
| Legenda PSIS Emmanuel De Porras Hadir di Semarang, Wali Kota Ingatkan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini |
|
|---|
| Sosok Aipda Robig, Tembaki Pelajar hingga Tewas, Terbukti Pakai Narkoba, Dikirim ke Nusakambangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251021_Data-kasus-Infeksi-Saluran-Pernapasan-Akut-ISPA-di-Semarang_1.jpg)