Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ungaran

Jembatan Sigandu di Ungaran Tergerus, Polisi Minta Warga Tak Lewat Dulu

Pondasi jembatan Sungai Sigandu di Dusun Cemanggah Kidul, Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, tampak menganga.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Dok Polres Semarang
CEK JEMBATAN TERGERUS - Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy mengecek kondisi jembatan Sungai Sigandu yang pondasinya tergerus arus di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, pada Selasa (2/12/2025). Jembatan itu tampak membahayakan karena sebagian pondasinya menganga dan berisiko ambruk akibat luapan air beberapa hari sebelumnya. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pondasi jembatan Sungai Sigandu di Dusun Cemanggah Kidul, Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, tampak menganga.

Sebagian materialnya hilang tersapu arus deras yang meluap.

Hal itu tak luput jadi perhatian polisi.

Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy mengaku mengecek sendiri bagian bawah jembatan yang terlihat rapuh dan berpotensi ambruk kapan saja.

Baca juga: Nekat Lawan Arah Demi Kejar Lampu Hijau, Fenomena "Contraflow" Liar di Exit Tol Ungaran Meresahkan

Baca juga: Perbaikan Jembatan Kaligung Ungaran Rp 1,94 M Selesai, Warga: Tidak Rata dan Rawan Sekali

“Kondisinya sudah membahayakan, karena sebagian pondasi sudah tergerus luapan air. 

Untuk keselamatan bersama, kami imbau warga tidak menggunakan akses jembatan ini,” kata dia, Rabu (3/12/2025).

Peninjauan di Ungaran Barat tersebut jadi satu di antara rangkaian pemantauan titik rawan bencana yang dilakukan Kapolres.

Hal itu berkaitan dengan cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Kabupaten Semarang. 

Sebelumnya, AKBP Ratna juga mengecek kondisi rawan banjir di Sungai Mugur, Desa Bonomerto, Kecamatan Suruh. 

Di lokasi itu, dia bersama perangkat desa setempat melakukan asesmen terhadap kondisi sungai dan sisa struktur jembatan penghubung Sukorejo–Bonomerto yang telah lama putus.

Kapolres menjelaskan bahwa jembatan baru telah dibangun melalui rute Medayu–Bonomerto.

Sedangkan, lokasi jembatan lama tidak lagi memungkinkan untuk konstruksi ulang. 

Desa Sukorejo kini tengah menyiapkan titik baru untuk pembangunan jembatan yang lebih aman dan layak.

Ratna menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar kerusakan fasilitas umum akibat bencana tidak menimbulkan masalah berkepanjangan bagi masyarakat.

Menurut dia, mitigasi dini dan respons cepat dari seluruh personel bisa bermanfaat.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved