Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ungaran

Kisah Dani Ramadhan Gratiskan Makanan bagi Perantau Terdampak Banjir Sumatera di Semarang

Dani Ramadhan (38), pemilik Banana Getz! dan Bebek Sukses Merantau, menggratiskan makanan bagi perantau Sumatera yang keluarganya terdampak bencana.

TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana
GRATISKAN MAKANAN - Dani Ramadhan, pemilik Banana Getz! x Bebek Sukses Merantau, tampak memasak hidangan di dapurnya di belakang Gapura Perum Korpri, Gedanganak, Ungaran Timur, Senin (8/12/2025). Dia menambah stok masakan karena tengah menggratiskan makanan bagi para perantau dari Sumatera yang keluarganya terdampak banjir, sebagai bentuk kepedulian dan dorongan semangat agar mereka tetap kuat di perantauan. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN — Senin sore itu (8/12/2025), aroma ayam goreng khas Madura yang baru selesai dimasak memenuhi sebuah kios kecil di belakang Gapura Perum Korpri, Jalan Bali Raya, Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Di dapur milik Dani Ramadhan (38), pemilik Banana Getz! dan Bebek Sukses Merantau, berbagai stok bahan makanan tersedia.

Dari daging ayam, bebek, sambal, lalapan, dan aneka jajanan pisang dia tambah lebih banyak dari hari-hari biasanya. 

Baca juga: Sosok Mirwan MS Bupati Aceh Selatan Umroh di Tengah Bencana Banjir, Presiden Perintahkan Copot

Alasannya, ingin menggratiskan makanan bagi perantau Sumatera yang keluarganya tengah terdampak bencana banjir besar di utara Sumatera hingga kepulauan Nias.

Sejak kabar banjir besar itu menyebar, Dani yang aslinya dari Jawa Timur tersebut merasa gelisah.

Dia membayangkan mahasiswa dan pekerja perantau di Semarang yang harus tetap kuliah atau bekerja sementara keluarga mereka di kampung berjuang menghadapi krisis logistik, longsor, dan rumah yang rusak.

Dani tahu persis rasanya menjadi perantau tanpa keluarga, rindu rumah, dan tertekan kabar buruk dari kampung.


“Saya dulu juga di posisi benar-benar di bawah, lalu pernah dibantu orang lain ketika susah. 

Sekarang saya merasa ingin berbalas budi kepada Allah, dengan berbuat baik ke orang lain,” kata Dani ketika ditemui Tribunjateng.com.

Cerita Mahasiswi Nias 

Dani mengumumkan kabar baik itu lewat media sosial. 

Tak menunggu lama, seorang mahasiswi asal Nias datang menghampiri warungnya.

Dani mengingat pertemuan itu dan suaranya ikut merendah.

“Saya kaget, dia bilang cuma ingin memastikan dan bersilaturahmi, duduk sebentar, tapi tidak mau makan. 

Ternyata dia kepikiran keluarganya di Nias,” kata dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved