Berita Semarang
Belajar dari Kebakaran Terra Drone Jakarta, Damkar Semarang: Mayoritas Akibat Human Error
Insiden kebakaran Ruko Terra Drone di Jakarta yang menelan 22 korban jiwa memunculkan kembali pentingnya pemahaman terkait keselamatan.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Insiden kebakaran Ruko Terra Drone di Jakarta yang menelan 22 korban jiwa memunculkan kembali pentingnya pemahaman masyarakat terkait keselamatan kebakaran.
Sekretaris Dinas Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti menyebutkan, mayoritas kebakaran di Indonesia masih dipicu kelalaian manusia.
Ade menyebut, data Kemendagri yang menunjukkan 80–85 persen kejadian kebakaran di berbagai daerah merupakan akibat human error.
Dia mencontohkan beberapa penyebab umum seperti pemilihan instalasi listrik yang tidak standar hingga penggunaan selang gas yang tidak pernah dicek masa pakainya.
Baca juga: Mahasiswa USM Sosialisasikan Pembuatan NIB Mandiri ke Pelaku UMKM di Semarang
• Investasi Waxinda Tembus Rp2,6 Triliun di Batang, Bupati Faiz: Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas
"Selang gas itu ada usia pakainya, maksimal satu tahun harus diganti."
"Nah itu yang kadang-kadang orang lupa," ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Terkait standar keamanan bangunan, Ade Bhakti menjelaskan, setiap gedung wajib memiliki sistem alat proteksi kebakaran sesuai kategori bangunannya.
Untuk gedung bertingkat seperti hotel, dia menyebut, perangkat seperti sprinkler dan hidran harus tersedia. Karyawan serta petugas K3 juga wajib mendapatkan pelatihan.
Sementara untuk ruko atau perkantoran kecil, menurutnya, Damkar memberikan pengecekan dan rekomendasi gratis.
Rekomendasi disesuaikan dengan tingkat risiko tiap lantai.
Misalnya, area penuh berkas membutuhkan APAR berbahan dry chemical, sementara ruang berbasis elektronik memerlukan APAR berisi CO₂.
Pemilik gedung diberi waktu satu tahun untuk memenuhi standar sebelum pengecekan ulang.
"Jadi gedung wajib memenuhi itu dan kami berikan jangka waktu 1 tahun ke depan," terang Ade.
Meskipun demikian, Ade Bhakti belum bisa menilai tipe kebakaran yang terjadi di Jakarta dan mengatakan masih menunggu informasi resmi.
Namun belajar dari insiden, Ade juga mengingatkan seluruh pekerja gedung di manapun untuk memahami jalur evakuasi.
Menurutnya, selama ini banyak pengguna gedung yang tidak mengetahui jalur keluar darurat karena tertutup barang-barang.
Baca juga: Selain PSIW Wonosobo, PSIS Semarang Juga Akan Hadapi PSIM Yogyakarta Dalam Laga Uji Coba
• Pejalan Kaki Tewas Terserempet Truk di Simpang TL Gumawang Pekalongan
"Harus memahami jalur evakuasinya seperti apa, lewatnya di mana, itu yang kadang semua pengguna gedung belum memahami."
"Biasanya di gedung itu ada namanya safety induction. Evakuasi di mana, titik kumpul di mana, risiko-risiko tinggi di gedung itu di mana, itu yang yang harus dipahami oleh seluruh karyawan."
"Kemungkinan kalau sudah kondisi panik dan tidak memahami itu, sudah pasti akan pada lari naik ke atas. Padahal itu bahaya," terangnya.
Dia menegaskan, standar jumlah APAR minimal satu untuk setiap 30 meter persegi area.
"Idealnya seperti itu, karena apar fungsinya hanya 10 sampai 15 detik untuk deteksi kejadian awal kebakaran," ungkapnya.
Ade Bhakti menambahkan, di Kota Semarang, edukasi dan pengecekan gedung telah dilakukan.
Menurutnya, itu berdampak pada turunnya jumlah kebakaran di Kota Semarang.
"Dari catatan teman-teman (Damkar), sudah 380 kali sosialisasi ke masyarakat dan hasilnya menurun drastis."
"Pada 2023 kejadian kebakaran sekira 450, 2024 ada 340 kejadian, dan di 2025 ini sampai pekan lalu ada 270 kejadian."
"Jadi ini Insya Allah enggak ada hal-hal yang kami khawatirkan seperti yang terjadi di Jakarta, termasuk kemarin dan tahun lalu ada karaoke yang terbakar, lalu di Ambon, Maluku itu ada klub terbakar," katanya. (*)
| PMII Walisongo Desak Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual Dipecat dan Diproses Hukum |
|
|---|
| KAI Daop 4 Semarang Intensifkan Pemeriksaan Jalur Semarang–Cepu, Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| AKBP Basuki Dituntun 5 Tahun Atas Kematian Dosen Untag Semarang, Beraksi Kasar Saat Keluar Sidang |
|
|---|
| Kenapa Silayur Semarang Jadi Jalur Maut? Puluhan Korban Meregang Nyawa Tiap Tahunnya |
|
|---|
| Aksi Kasar AKBP Basuki di PN Semarang, Tepis Tangan Wartawan Wanita Sambil Berlari Menuju Mobil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251209_KEBAKARAN-Petugas-membawa-kantong-jenazah.jpg)