Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Semarang Zoo Kondisinya Makin Mengenaskan, Pilus: Kabarnya Juga Ada Macan Dijual

Kadarlusman menyebut, keadaan Semarang Zoo kebun binatang milik Pemkot Semarang ini semakin mengenaskan dari hari ke hari.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
GERBANG SEMARANG ZOO - Potret pintu masuk Semarang Zoo, Jumat (12/12/2025). DPRD menyebut jika kondisi kebun binatang milik Pemkot Semarang itu semakin memprihatinkan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kondisi Semarang Zoo mendapat sorotan DPRD Kota Semarang.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman menyebut, keadaan kebun binatang milik Pemkot Semarang tersebut semakin mengenaskan dari hari ke hari.

Bahkan, muncul dugaan serius mengenai hilangnya beberapa macan yang disebut-sebut telah dijual.

Baca juga: Detik-detik Mencekam Penangkapan Pria ODGJ di Bawen Semarang, Ngamuk Bawa Golok

Welcome Back Wawan Febrianto, Bakal Kembali Berseragam PSIS Semarang?

Pilus, sapaannya menilai, Semarang sebenarnya memiliki potensi wisata besar menjelang Natal dan Tahun Baru. 

Namun satu ikon kota yakni Semarang Zoo justru terkesan terabaikan sehingga menurunkan daya tarik wisata.

"Kalau melihat Semarang Zoo, semakin hari semakin mengenaskan, memprihatinkan."

"Nah, ini mestinya Pemkot Semarang mengambil momentum yang baik, karena Semarang Zoo adalah ikon Kota Semarang," kata Pilus, Jumat (12/12/2025).

Lebih jauh, Pilus juga menyinggung kabar yang beredar mengenai hilangnya beberapa macan dari koleksi kebun binatang tersebut.

"Ojo kok 'jangan' terus macannya hilang, kan bahaya itu. (Kabar yang beredar) Didol 'dijual ya?' Saya dengar didol 'dijual'," ungkapnya menegaskan informasi itu masih perlu diverifikasi.

DPRD, lanjutnya, akan melakukan pantauan serta komunikasi mendalam dengan pihak terkait.

"Kami belum tahu persis informasi itu, makanya kami akan melakukan pantauan dan melakukan komunikasi, penyelidikan."

"Benar enggak sih itu terjadi? Kalau terjadi, kenapa itu dilakukan?" terangnya.

Di sisi itu, dia mempertanyakan jika pengurangan jumlah hewan, terutama jenis edukatif seperti macan.

"Kok sampai itu hewan dikurangi? Padahal ini kan kalau bisa nambah."

"Nambah itu kan mengedukasi semuanya yang masuk di sana bahwa ini hewan macan ini jenisnya macam-macam," paparnya.

Baca juga: SHARP Kunjungi Tribun Jateng, Kenalkan Aquos R9 Pro, Ajak ke Pameran di Mall Semarang

Viral Sekolah di Brebes Dipaksa Beli Tiket Konser Rp130 Ribu, Instruksinya Gunakan Dana BOS

Di sisi lain, Pilus menilai akar masalah terletak pada minimnya perhatian pemerintah kota melalui penyertaan modal bagi BUMD pengelola Semarang Zoo.

"Harus diberi penyertaan modal. Itu jelas, dalam berapa tahun harus jadi, konsepnya seperti apa," katanya.

Dia menambahkan, Semarang Zoo dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola dengan baik.

Jika pemerintah tidak mampu atau tidak mau menyuntik modal, dia menyarankan opsi menggandeng pihak ketiga selama tidak merugikan pemerintah dan dapat meningkatkan daya tarik wisata.

"Kalau diserahkan ke pihak ketiga semisal ada, yang bisa mau ya monggo 'silakan'. Cuma dijadikan dulu itu Semarang Zoo menjadi daya tarik tersendiri," jelasnya.

Dia juga menyoroti jelang musim liburan Natal dan Tahun Baru ini. Semarang memiliki peluang besar untuk menarik wisatawan.

Namun dia mengingatkan kondisi fasilitas yang buruk membuat pengunjung enggan kembali.

"Orang begitu masuk, besok kapok enggak masuk lagi."

"Nah, bagaimana caranya ini membuat orang masuk, besok bisa masuk lagi penasaran ke sana. Itu yang keren," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved