Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Heboh Isu Macan Semarang Zoo Dijual, Disbudpar Semarang Ingatkan: Konservasi, Edukasi dan Rekreasi

Beredarnya kabar macan di Semarang Zoo dijual, mendapat perhatian publik termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
MACAN DIJUAL - Beredarnya kabar macan di Semarang Zoo dijual, mendapat perhatian publik. Foto saat dua pengunjung melihat secara langsung koleksi satwa di Semarang Zoo, Sabtu (13/4/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Beredarnya kabar macan di Semarang Zoo dijual, mendapat perhatian publik.

Menyikapi isu tersebut, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri angkat bicara.

Ia mengatakan, urusan operasional Semarang Zoo sebenarnya berada di bawah kewenangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), bukan Disbudpar.

Baca juga: Semarang Zoo Kondisinya Makin Mengenaskan, Pilus: Kabarnya Juga Ada Macan Dijual

"Kalau (Disbudpar) masuk ke sana, enggak bisa ya, karena itu kan sudah ranahnya BUMD," ujar Samsul, Kamis (11/12/2025).

GERBANG SEMARANG ZOO - Potret pintu masuk Semarang Zoo, Jumat (12/12/2025). DPRD menyebut jika kondisi kebun binatang milik Pemkot Semarang itu semakin memprihatinkan.
GERBANG SEMARANG ZOO - Potret pintu masuk Semarang Zoo, Jumat (12/12/2025). DPRD menyebut jika kondisi kebun binatang milik Pemkot Semarang itu semakin memprihatinkan. (TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah)

Meski demikian, ia berharap keberadaan Semarang Zoo tetap menjadi daya tarik wisata unggulan di Kota Semarang, sebagaimana pamornya sejak era 1990-an.

Samsul mengatakan, pernah terlibat dalam pengelolaan taman satwa pada 2017–2020. 

Ia memaparkan, pengembangan Semarang Zoo idealnya berpegang pada tiga konsep utama, yakni konservasi, edukasi, dan rekreasi.

"Bagaimana hewan itu diberi makan yang nyaman, obat gratis. Kemudian edukasi, memperkenalkan ini loh hewan, ini loh harimau Sumatera, ini loh gajah. Terakhir baru rekreasi," paparnya.

Terkait kondisi terkini, Samsul mengakui adanya penurunan kunjungan di Semarang Zoo maupun objek wisata lain seperti Taman Lele.

Menurutnya, persaingan antar daerah yang kini sama-sama membangun destinasi baru membuat kunjungan wisata terpecah.

"Satu hal yang menjadi catatan saya, memang agak sedikit menurun ya pendapatan mereka. Kunjungan pun berkurang. Jangankan di Taman Satwa, Taman Lele objek wisata kita juga berkurang. Kenapa? Karena semua kabupaten/kota punya satu masing-masing, mereka baru membangun ini," ungkapnya.

Ia lebih jauh menekankan pentingnya inovasi agar objek wisata kembali diminati.

Selain itu, ia menilai promosi yang konsisten dan kreatif juga menjadi kunci agar masyarakat kembali tertarik berkunjung.

"Jadi, konsep kita untuk memberikan inovasi apa yang bisa untuk mengundang ke objek wisata. Itu penting," tegasnya.

Baca juga: Dewan Sebut Kota Semarang Minim Tempat Hiburan, Minta Revitalisasi Semarang Zoo

Saat ditanya soal penyertaan modal pemerintah untuk mendukung Semarang Zoo, Samsul menyebut hal tersebut bukan wewenang Disbudpar, melainkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Namun ia menyebut telah mendengar adanya rencana dukungan modal untuk tahun depan.

"Menurut saya pribadi, taman satwa itu perlu di-support baik pemerintah maupun swasta dengan cara mempromosikan," imbuhnya. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved