Berita Semarang
Heboh Isu Macan Semarang Zoo Dijual, Disbudpar Semarang Ingatkan: Konservasi, Edukasi dan Rekreasi
Beredarnya kabar macan di Semarang Zoo dijual, mendapat perhatian publik termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Beredarnya kabar macan di Semarang Zoo dijual, mendapat perhatian publik.
Menyikapi isu tersebut, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri angkat bicara.
Ia mengatakan, urusan operasional Semarang Zoo sebenarnya berada di bawah kewenangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), bukan Disbudpar.
Baca juga: Semarang Zoo Kondisinya Makin Mengenaskan, Pilus: Kabarnya Juga Ada Macan Dijual
"Kalau (Disbudpar) masuk ke sana, enggak bisa ya, karena itu kan sudah ranahnya BUMD," ujar Samsul, Kamis (11/12/2025).
Meski demikian, ia berharap keberadaan Semarang Zoo tetap menjadi daya tarik wisata unggulan di Kota Semarang, sebagaimana pamornya sejak era 1990-an.
Samsul mengatakan, pernah terlibat dalam pengelolaan taman satwa pada 2017–2020.
Ia memaparkan, pengembangan Semarang Zoo idealnya berpegang pada tiga konsep utama, yakni konservasi, edukasi, dan rekreasi.
"Bagaimana hewan itu diberi makan yang nyaman, obat gratis. Kemudian edukasi, memperkenalkan ini loh hewan, ini loh harimau Sumatera, ini loh gajah. Terakhir baru rekreasi," paparnya.
Terkait kondisi terkini, Samsul mengakui adanya penurunan kunjungan di Semarang Zoo maupun objek wisata lain seperti Taman Lele.
Menurutnya, persaingan antar daerah yang kini sama-sama membangun destinasi baru membuat kunjungan wisata terpecah.
"Satu hal yang menjadi catatan saya, memang agak sedikit menurun ya pendapatan mereka. Kunjungan pun berkurang. Jangankan di Taman Satwa, Taman Lele objek wisata kita juga berkurang. Kenapa? Karena semua kabupaten/kota punya satu masing-masing, mereka baru membangun ini," ungkapnya.
Ia lebih jauh menekankan pentingnya inovasi agar objek wisata kembali diminati.
Selain itu, ia menilai promosi yang konsisten dan kreatif juga menjadi kunci agar masyarakat kembali tertarik berkunjung.
"Jadi, konsep kita untuk memberikan inovasi apa yang bisa untuk mengundang ke objek wisata. Itu penting," tegasnya.
Baca juga: Dewan Sebut Kota Semarang Minim Tempat Hiburan, Minta Revitalisasi Semarang Zoo
Saat ditanya soal penyertaan modal pemerintah untuk mendukung Semarang Zoo, Samsul menyebut hal tersebut bukan wewenang Disbudpar, melainkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Namun ia menyebut telah mendengar adanya rencana dukungan modal untuk tahun depan.
"Menurut saya pribadi, taman satwa itu perlu di-support baik pemerintah maupun swasta dengan cara mempromosikan," imbuhnya. (idy)
| Pemkot Sebut Gratistkan 6.000 Kursi Sekolah Swasta, Wali Kota: Solusi Perluas Daya Tampung |
|
|---|
| Tiba-tiba Gazebo Rumah Ambruk Timpa Mobil di Jagalan Semarang, Pasutri Lansia Sempat Terjebak |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Senin 8 Juni 2026: Cerah Berawan, Suhu Capai 34 Derajat |
|
|---|
| The Ultimate 10K Series 2026 di Kota Semarang Akan Diikuti 3.500 Pelari |
|
|---|
| Komisi C DPRD Kota Semarang Soroti Tata Kelola Sampah dan Infrastruktur Hijau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/melihat-secara-langsung-koleksi-satwa-di-Semarang-Zoo.jpg)