Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang

Lokasi Kecelakaan Maut Bus di Exit Tol Krapyak Semarang Dulunya Tanah Wakaf Masjid: Belum Lunas

Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di simpang susun exit Tol Krapyak, Kota Semarang, pada Senin (22/12/2025) dini hari.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
IST
EVAKUASI - Proses evakuasi korban kecelakaan bus antarkota PO Cahaya Trans terguling hebat di ruas simpang susun exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12/2025) dinihari/dok BASARNAS Semarang 

"Lokasi kecelakaannya persis melintas di atas tanah wakaf masjid tapi belum lunas pembayarannya," katanya.

Sebagai informasi, ruas jalan tol tempat terjadinya kecelakaan tersebut berada di bawah pengelolaan PT Jasamarga Semarang Batang (JSB).

Berdasarkan data sementara, korban luka dirawat di beberapa rumah sakit. Enam orang dirawat di RS Columbia Asia, delapan orang di RSUD dr Adhyatma MPH atau RS Tugu, sementara korban lainnya tersebar di rumah sakit lain di Kota Semarang.


Dalam kunjungannya di Kamar Jenazah Rumah Sakit Dr Kariadi Semarang, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi tersebut.


“Yang pertama-tama kami menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan atas kejadian kecelakaan bus dini hari tadi yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia,” ujar Ribut saat meninjau lokasi dan rumah sakit.


Ia menjelaskan, korban meninggal dunia saat ini disemayamkan di RSUP dr Kariadi dan satu korban di RS Tugu Semarang. 


Proses identifikasi korban (post mortem dan ante mortem) telah disiapkan guna memastikan identitas sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.


Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui sopir bus merupakan sopir cadangan. Saat ini sopir dalam kondisi selamat dan diamankan di Polrestabes Semarang untuk kepentingan penyelidikan.


“Kami sudah melakukan olah TKP dan penyidikan. Sopir juga menjalani tes urine untuk memastikan ada atau tidaknya pengaruh narkoba atau zat terlarang lainnya. Hasilnya nanti akan kami sampaikan,” jelas Kapolda.


Irjen Ribut menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menanggung biaya perawatan korban luka. 


Sementara untuk korban meninggal dunia, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Jasa Raharja terkait pemberian santunan.


“Kami juga membuka posko bagi keluarga korban. Pemerintah Provinsi, Polda Jawa Tengah, dan rumah sakit akan membantu proses pengantaran jenazah ke daerah asal masing-masing,” katanya.


Diketahui, sebagian besar penumpang berasal dari Boyolali, Klaten, Yogyakarta kemudian beberapa penumpang dari Bogor, dan Jakarta. 


Bus tersebut merupakan angkutan reguler yang beroperasi di masa libur Nataru.


Kapolda Jawa Tengah turut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati di jalan. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved