Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Pedagang Kembang Api Rasakan Sepi Pembeli, Rianto Berharap Bisa Mrema di Momen Malam Tahun Baru

Adanya imbauan pemerintah dan larangan pesta kembang api dari Polda Jateng, Rianto memilih pasrah sambil berharap ada yang tetap mampir.

Tayang:
Penulis: Moh Anhar | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG
Tribun Jateng/Aditia Kurniawan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Rianto (42) menata kardus-kardus kembang api di toko yang dia jaga di kawasan Semarang Barat.

Tangannya bergerak lincah, tapi matanya sesekali menyapu jalanan yang masih sepi pembeli.

Di tengah imbauan pemerintah soal tiadanya pesta kembang api saat malam pergantian tahun, kabar itu sudah sampai ke telinga Rianto. 

Ia paham, mungkin ada dampaknya. Meski begitu, harapannya tetap sama ada ramai pembeli di ujung tahun.

“Biasanya yang sudah ada pembeli mendekati tahun baru, tapi ini masih seperti (sepi). Mungkin ramainya nanti H-2 pergantian tahun,” harapnya, Jumat (26/12/2025).

Di tahun-tahun sebelumnya, rombongan dari perusahaan swasta datang memborong.

Kini, dengan adanya imbauan pemerintah dan larangan pesta kembang api dari Polda Jateng, Rianto memilih pasrah sambil berharap ada yang tetap mampir.

Rian sempat tersenyum ketika disinggung soal pembeli perorangan, hal tersebut menjadi penyelamat harapan, terutama anak-anak yang matanya berbinar tiap melihat warna-warni petasan mini. Jenis kembang api yang ia jual beragam.

Ada yang harganya belasan ribu rupiah ada pula yang premium, menyentuh Rp6,5 juta satu paket.

“Belum bisa prediksi sepi atau nggaknya. Harapannya ya tetap ramai. Rezeki sudah ada yang ngatur,” tuturnya.

TOKO KEMBANG API - Rianto (rambut kuncir) saat meladeni pembeli perorangan di tokonya daerah Semarang Barat/TRIBUN JATENG/REZANDA AKBAR D.
TOKO KEMBANG API - Rianto (rambut kuncir) saat meladeni pembeli perorangan di tokonya daerah Semarang Barat/TRIBUN JATENG/REZANDA AKBAR D. (TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D)

Rianto tahu soal imbauan pemerintah agar pesta kembang api ditiadakan pada malam pergantian tahun.

Baginya, itu mungkin berdampak. Namun ia memilih tidak terlalu memikirkannya panjang-panjang.

“Keberatan atau enggak, saya sendiri nggak begitu pusing,” imbuhnya.

Tidak jauh dari sana, Santi Dewi (33) mengelus dada. Ia pedagang musiman yang mengkulak kembang api sejak Oktober lalu.

Beberapa barang ia datangkan dari luar Semarang, berjudi dengan keberuntungan yang biasanya datang setiap akhir tahun. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved