Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Marak Jalan Rusak, Pemkot Anggarkan Rp 50 Miliar untuk Beton dan Overlay

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk perbaikan dan peningkatan ruas jalan

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
ANGGARAN JALAN RUSAK - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Suwarto saat wawancara di kantornya tentang anggaran jalan rusak. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menyebut menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk perbaikan dan peningkatan ruas jalan pada tahun 2026.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk pekerjaan betonisasi maupun overlay aspal di sejumlah ruas strategis, terutama jalan penghubung antarwilayah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Suwarto menjelaskan, anggaran tersebut difokuskan pada peningkatan konektivitas wilayah sesuai arahan pemerintah pusat, khususnya akses penghubung dari dan menuju daerah sekitar seperti Demak, Ungaran, dan Kendal.

"Totalnya sekitar Rp 50 miliar, itu baik beton maupun aspalnya," jelas Suwarto, Kamis (15/1/2026).

Baca juga: Sungai Plumbon Meluap, Hari Ini Semarang Barat Masih Terendam Banjir

Baca juga: Kisah Rival Indigo Pergi ke Gunung Slamet Bantu Cari Syafiq Ali, Bawa Bekal Uang Rp 130 Ribu

Menurutnya, beberapa ruas jalan yang masuk dalam daftar penanganan sudah terdeteksi dan disurvei. Ia mengatakan, sebagian ruas membutuhkan overlay, sementara lainnya perlu perkuatan perkerasan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengaspalan.

Menurut dia, karena luas Kota Semarang cukup besar, anggaran ini masih cukup terbatas. 

"Karena kan ini ada jalan-jalan yang di pinggiran Kota Semarang yang harus ditingkatkan. Jadi tidak hanya overlay, mungkin ada perkerasan dulu baru overlay," katanya.

Suwarto menambahkan, proses lelang sendiri direncanakan mulai Februari 2026.

"Mudah-mudahan bisa terkejar. Kalau enggak ya mungkin awal Maret untuk nanti pelaksanaannya setelah musim hujan selesai," ungkapnya.

Sementara itu, untuk kondisi jalan rusak saat ini, Suwarto menyebut pihaknya masih melakukan penanganan darurat berupa penambalan lubang atau patching.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sambil menunggu proses pengadaan aspal AC-WC melalui e-katalog.

"Kalau sekarang kan masih patching-patching saja. Jadi minimal keselamatan pengguna jalan ini dapat dijaga," terangnya.

Ia menyebut, beberapa penambalan sudah dilakukan antara lain di jalan Imam Bonjol dan jalan Pierre Tendean. Lalu depan Paragon (jalan Pemuda) diperkiran sudah selesai.

"Di jalan Prof Hamka juga sudah tersurvei. Tinggal yang di Gunungpati. Ini nanti akan kita evaluasi apakah nanti perlu di-overlay atau tidak," jelasnya.

Suwarto menambahkan, keterbatasan stok material menjadi salah satu kendala saat ini, menyusul aturan baru yang tidak memperbolehkan penyimpanan material oleh pihak ketiga.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved