Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Banyak Aduan Jalan Berlubang, Pemkot Semarang Mulai Lakukan Penambalan, 2 Jalan Ini Prioritas

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai melakukan penambalan jalan berlubang yang ada di beberapa ruas jalan di Semarang

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muslimah
IST
TAMBAL JALAN - Petugas melakukan aktivitas penambalan jalan. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai melakukan penambalan jalan berlubang yang ada di beberapa ruas jalan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai melakukan penambalan jalan berlubang yang ada di beberapa ruas jalan.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto memaparkan, penambalan jalan berlubang menyusul adanya aduan masyarakat banyaknya jalan berlubang.

“Banyak aduan yang masuk soal jalan berlubang dan ini jadi kewajiban kita, jadi langsung kita tindak lanjuti,” kata Suwarto dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: Banyak Jalan Berlubang Saat Musim Hujan, DPRD Jateng Dorong Penanganan Cepat dan Darurat

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Rabu 28 Januari 2026 Besok: Siaga Hujan Disertai petir

Suwarto menyebut ada beberapa titik jalan berlubang yang membutuhkan penambalan segera seperti di Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Prof Hamka Ngaliyan.

Adapun menurutnya, yang diprioritaskan saat ini yakni di jalan Soekarno Hatta dan Prof Hamka.

"Itu yang banyak aduan juga," ucapnya.

Dia menambahkan, penambalan dilakukan sesuai prioritas kebutuhan.

 Sedangkan untuk aspal AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) yang merupakan lapisan aspal paling atas, menurutnya tidak bisa disimpan sebagai stok.

Suwarto memaparkan, penambalan jalan berlubang tersebut dimulai per Senin, 26 Januari 2026 ini. Ia berharap stok aspal yang dimiliki DPU masih bisa melanjutkan untuk penambalan di lokasi lain.

Diakui Suwarto untuk kendala dalam proses penambalan ini adalah cuaca, apalagi jika curah hujan cukup tinggi menerjang, namun jika penambalan tidak dilakukan sesegera mungkin, maka akan mengancam keselamatan pengguna jalan.

"Kita tidak bisa menunggu setelah musim hujan, karena ini kan banyak yang berlubang. Aspal ini kan suhunya di atas 100 derajat celsius jadi memang masih aman tapi memang lebih baiknya saat tidak hujan," terangnya.

Adapun ia menyebutkan, untuk perbaikan jalan rusak di Kota Semarang DPU telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 50 miliar.

Nantinya, kata dia, pengerjaan jalan rusak akan dilakukan lelang kepada pihak ke tiga. Nantinya setelah ada pemenang lelang maka diharapkan setelah musim hujan berakhir, pengerjaan jalan rusak mulai dilakukan oleh pemenang lelang.

“Harapannya segera dilakukan lelang di bulan Februari semoga bisa terkejar atau awal Maret agar pelaksanaannya setelah musim hujan selesai. Maret atau April sudah bisa dilakukan proses pengerjaan sebelum (APBD) perubahan semua tuntas,” imbuhnya.

Selain itu, Pemkot Semarang pada tahun ini juga melakukan perbaikan jalan yang menjadi konektivitas atau penghubung antar wilayah seperti jalan ke arah Demak, Ungaran maupun Kendal.

"Yang jadi konektivitas wilayah juga kita masukkan daftar perbaikan. Ada beberapa ruas jalan yang harus kita beton maupun overlay (penambahan lapisan)," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved