Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Sejumlah Rumah Warga Pudakpayung Roboh Sebagian Akibat Longsor Talud Sungai

Pukul 03.15, tanah di belakang rumah longsor. Talud pembatas sungai ambruk. Garasi roboh seketika, disusul kamar mandi dan dan sebagian dapur.

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Vito
TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana
TERBAWA LONGSORAN - Kondisi rumah Wildan Adi Nugraha tampak terbuka dari dalam setelah sebagian dapur dan kamar mandi jatuh terbawa longsoran ke sungai di kawasan Perumahan Villa Payung Indah, Banyumanik, Semarang, Rabu (4/2/2026). Tiang-tiang rumah terlihat retak, sementara pekerja bersama ekskavator melakukan pembersihan material longsor dan puing bangunan di lokasi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rumah milik Wildan Adi Nugraha (38) di Perumahan Villa Payung Indah, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang tak lagi utuh, Rabu (4/2).

Bangunan yang dulunya berdiri kokoh di tepi sungai, berubah menjadi rumah dengan bagian belakang menganga.

Jurang sedalam sekitar 4 meter tampak tepat di belakangnya, menyisakan retakan-retakan yang membuat penghuni takut menapak di dalamnya.

Di rumah itu, Wildan membesarkan dua anaknya bersama sang istri. Namun sejak longsor talud sungai yang terjadi pada Rabu (4/2) dini hari, rumah tersebut tak lagi berani mereka tempati.

Peristiwa itu terjadi saat Wildan sedang berada di luar kota untuk urusan kantor. Di rumah hanya ada istrinya dan dua anak mereka. Sekitar pukul 03.00, sang istri terbangun dan menuju kamar mandi. 

“Istri saya lihat kok mulai ada pasir-pasir runtuh, lalu ada suara grek-grek. Istri saya langsung memindahkan anak, keluar ke pos,” katanya, kepada Tribunjateng.com.

Sekitar 15 menit kemudian, pukul 03.15, tanah di belakang rumah benar-benar longsor. Talud pembatas sungai ambruk. Garasi roboh seketika, disusul kamar mandi dan sebagian dapur. 

Bangunan-bangunan itu terjun ke sungai bersama tanah yang tergerus air. Wildan menerima telepon dari istrinya dalam kondisi panik.

“Istri saya ketakutan dan mengabari kalau rumahnya ambruk. Saya langsung ke sini,” ucapnya.

Saat tiba di lokasi, Wildan melihat rumahnya sudah berubah. Dari pantauan, di dalam rumah, jendela kamar depan yang berbatasan langsung dengan jurang tampak retak dan terbelah. 

Di bagian belakang pada ruangan dapur yang roboh tampak terbuka, seolah dindingnya dicabut paksa. Lantai di ujung rumah tampak ambles, menggantung tanpa penopang.

Semua peralatan dapur dan kamar mandi hilang terseret longsor. Tak ada yang bisa diselamatkan. “Kalau membahas barang berharga (yang hilang-Red), ya rumah ini,” tukasnya.

Talud sungai yang longsor memiliki panjang sekitar 25 meter. Dari lantai rumah, kedalaman longsoran mencapai 4 meter. 

Jika dilihat dari dinding rumah setinggi 3 meter, lebar jurang mencapai sekitar tujuh meter. Kondisi itu dinilai membuat risiko longsor susulan masih tinggi.

Tak hanya rumah Wildan yang terdampak. Rumah tetangga di bagian belakang juga ikut terkena longsor, meski hanya sebagian, yakni di area kamar mandi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved