Berita Semarang
Rekomendasi Bukber ala Fine Dining di Kawasan Kota Lama Semarang
Manon Brasserie menghadirkan pengalaman berbuka yang lebih tenang lewat Rona Rasa Ramadan
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Buka puasa tak selalu identik dengan antre panjang dan piring bertumpuk di meja buffet.
Di kawasan Kota Lama Semarang, Manon Brasserie menghadirkan pengalaman berbuka yang lebih tenang lewat Rona Rasa Ramadan, dengan konsep set menu ala fine dining yang mengangkat cita rasa Nusantara.
Manon Brasserie merupakan restoran yang berada di dalam Manon Boutique Hotel Kota Lama.
Baca juga: Iftar Picnic, Tradisi Buka Puasa Bersama Di Grand Candi Hotel Semarang
Tahun ini menjadi momen istimewa karena program iftar tersebut merupakan yang pertama sejak hotel berdiri satu tahun lalu.
General Manager Manon Boutique Hotel Kota Lama, Lia Retno S. Hardini, mengatakan konsep set menu dipilih untuk memberikan kenyamanan dan pengalaman berbuka yang lebih personal bagi tamu.
“Kami ingin menghadirkan suasana buka puasa yang lebih tenang dan intim. Tamu tidak perlu bolak-balik ke meja buffet, sehingga bisa lebih menikmati hidangan sekaligus bercengkrama dengan keluarga atau kolega,” ujarnya, dikutip Tribunjateng, Selasa (10/2/2026).
Dalam program ini, Manon Brasserie menyajikan menu Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia.
Beberapa menu unggulan yang diangkat antara lain sate maranggi, tengkleng kambing, dan soto Betawi.
Menu utama akan berganti setiap hari, dari Senin hingga Minggu, sehingga tamu mendapatkan variasi hidangan selama Ramadan.
Setiap set menu terdiri dari dua menu utama Nusantara, aneka bubur, kolak, puding, serta camilan seperti dimsum.
Sementara itu, untuk takjil disediakan meja buffet berisi kurma, gorengan, kolak, dan dessert yang dapat dinikmati secara free flow.
Pilihan minuman pun disiapkan hingga empat jenis, di luar buah segar dan kurma.
Harga yang ditawarkan untuk menikmati Rona Rasa Ramadan sebesar Rp150.000 per orang.
Khusus tujuh hari pertama Ramadan, Manon Brasserie memberikan diskon 10 persen, sehingga harga menjadi sekitar Rp135.000 per orang.
Lia Retno menjelaskan, konsep non-buffet telah menjadi karakter Manon Boutique Hotel sejak awal berdiri, termasuk dalam layanan sarapan pagi.
Selain menghadirkan pengalaman bersantap yang lebih nyaman, konsep ini juga bertujuan mengurangi sisa makanan.
“Sejak awal kami memang menghindari buffet, termasuk untuk breakfast. Selain mengurangi food waste, respons tamu juga sangat baik. Okupansi kami sepanjang 2025 berada di atas 80 persen dari total 44 kamar,” katanya.
Untuk menjaga kualitas layanan dan kenyamanan, kapasitas tamu dibatasi hanya 25 orang per hari, sehingga reservasi menjadi keharusan.
Pemesanan dapat dilakukan melalui akun Instagram @manonhotel.semarang atau @manonbrasserie, maupun dengan menghubungi pihak hotel secara langsung.
Bagi warga Semarang yang mencari rekomendasi bukber dengan suasana tenang, menu Nusantara, dan sentuhan fine dining di kawasan Kota Lama, Manon Brasserie layak masuk daftar. (Rad)
Baca juga: Konsep "Cerita Nusantara" Menemani Iftar di PO Hotel, Padukan Kuliner Nusantara dan Timur Tengah
Tribunjateng.com
m syofri kurniawan
bukber
buka puasa
Ramadan
Kota Lama Semarang
Manon Boutique Hotel
| Memburu Angin di Kaligarang, Tradisi Layang-layang yang Belum Putus |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Jumat 29 Mei 2026: Cerah |
|
|---|
| Pemkot Semarang Jadwalkan Perbaikan Bertahap Jalan Rusak Akibat Tonase Berlebih Termasuk Kalipancur |
|
|---|
| Pemkot Semarang Himpun 14 Sapi dan 50 Kambing untuk Kurban Iduladha 1447 H |
|
|---|
| Cegah Anjing Stres, Komunitas Anjing Semarang Rutin Ajak Peliharaan Jalan Sore di Kota Lama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260210_Manon-Brasserie-Kota-Lama-Semarang.jpg)