Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pelajar Hanyut di Sungai Karangmalang

3 Hari Mencari Nadia. Tim SAR Bertaruh Nyawa Sisir Arus Sungai Karangmalang Semarang

Nadia Eka Kurniawati (13) belum juga ditemukan padahal sudah memasuki hari ketiga pencarian, Kamis (12/2/2026).

Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/dok Tim SAR
PENYUSURAN - Tim SAR melakukan penyisiran di aliran sungai Karangmalang, Kota Semarang untuk mencari korban hanyut. 

Tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). 

Pencarian difokuskan dengan metode pemantauan dan penyisiran dari sisi kanan dan kiri sungai.

Area pencarian membentang dari lokasi kejadian hingga ke Waduk Jatibarang, dengan jarak kurang lebih 10 kilometer.

“Kontur sungai berbatu dan banyak tebing curam, sehingga tidak memungkinkan untuk menurunkan perahu rafting atau perahu karet di beberapa titik. Sementara ini kami lakukan pemantauan manual dari sisi sungai,” jelas Moel.

Selain menyisir alur sungai, tim juga melakukan pemantauan di area persawahan yang terdampak luapan air saat kejadian.

Namun operasi pencarian menghadapi kendala cuaca. Sejak Rabu siang sekitar pukul 12.00, hujan deras kembali mengguyur wilayah Semarang bagian selatan, termasuk Mijen.

Debit air sungai pun kembali meningkat.

“Kondisi arus sungai yang deras serta cuaca yang kurang bersahabat menjadi tantangan dalam pelaksanaan operasi SAR,” ujar Budiono.

Hingga Rabu sore, tim masih melakukan pemantauan. Sekitar pukul 16.00, tim direncanakan melakukan evaluasi untuk menentukan strategi pencarian lanjutan pada hari berikutnya.

Baca juga: Kronologi Remaja 13 Tahun Tenggelam di Sungai Karangmalang Semarang, Tim SAR Menyisir 10 Kilometer

Basarnas berharap proses pencarian dapat berjalan lancar dan korban segera ditemukan.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa kombinasi hujan deras, infrastruktur tanggul yang rentan, serta jalur jalan di tepi sungai berpotensi memicu kecelakaan fatal dalam hitungan menit.

Dalam jeda waktu satu sampai dua menit, dua motor hanyut di titik yang sama sebuah selisih waktu yang tipis, tetapi berujung pada dua nasib berbeda yang kini masih menyisakan duka. (Rad)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved