Breaking News
Jumat, 29 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Banjir di Semarang

Banjir di Rowosari dan Meteseh Kota Semarang, Pemkot Evakuasi Warga

Ratusan warga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Tembalang, Senin (16/2/2026).

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
IST
BANJIR - Ratusan warga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Tembalang, Senin (16/2/2026). Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan evakuasi warga. Ist 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan warga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Tembalang, Senin (16/2/2026).


Berdasarkan data BPBD Kota Semarang, total ratusan warga terdampak, termasuk 110 kepala keluarga di Grand Permata Tembalang. Sebanyak 18 jiwa, terdiri dari 12 orang dewasa dan enam balita, mengungsi di Masjid Iktifal Al Barokah untuk sementara waktu.


Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan evakuasi warga.


Selain itu, turut menyiapkan dukungan logistik untuk memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak.


Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Semarang, Riyanto menjelaskan, banjir tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah Kota Semarang dan daerah hulu sekitar pukul 02.00 dini hari, sehingga Kali Babon tidak mampu menampung debit air.


Akibatnya, genangan muncul di beberapa titik di Kelurahan Rowosari dan Meteseh, di antaranya Perumahan Argo Residence dan Grand Permata Tembalang di Rowosari, serta Grand Batik Semarang di Meteseh.

Baca juga: Foto-foto Banjir Terparah Awal Tahun 2026 Rendam Sejumlah Desa di Kabupaten Tegal


Dia mengatakan, pihaknya kemudian menurunkan personel ke lokasi terdampak.


"Kita dari BPBD tim yang malam itu bertugas langsung terjun ke lapangan. Jadi kita _full time_. Jadi kita 24 jam terbagi 3 shift. Pada malam kejadian jam 2 kita meluncur," katanya dalam keterangannya.


Menurut Riyanto, banjir dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu, khususnya di Kabupaten Semarang, yang menyebabkan peningkatan debit air hingga meluap ke wilayah Kota Semarang.


"Permasalahannya ini di Kali Babon memang curah hujannya dari Kabupaten Semarang sudah sangat tinggi sehingga debit airnya itu kencang sehingga terjadi peluapan di Kali Babon," katanya.


Selain evakuasi, BPBD juga mendirikan dapur umum dan dukungan logistik bagi warga terdampak.


"Kami juga menyiapkan dapur umum, nanti bidang logistik, kebiasaan kita pakai dapur umum," tambahnya.


Riyanto menambahkan, BPBD melakukan monitoring wilayah terdampak, pembersihan pasca banjir, serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, termasuk air bersih.


Ia menambahkan, penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah kelurahan, dunia usaha, serta masyarakat melalui program kelurahan siaga bencana dan kelurahan tangguh bencana.


Selain itu, BPBD Kota Semarang berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah, BNPB, serta BMKG untuk memantau perkembangan cuaca dan potensi banjir susulan. Riyanto memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan kondisi genangan di sejumlah titik mulai berangsur surut.


Tak hanya BPBD, Dinas Sosial Kota Semarang juga memberikan bantuan logistik bagi warga di Perumahan Dinar Mas dan Rowosari.


Bantuan yang diberikan tersebut antara lain selimut, kasur, makanan ringan/roti, pakaian bayi, sandang, perlengkapan mandi, air mineral, terpal hingga nasi bungkus sebanyak 1.200 bungkus per hari. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved