Berita Semarang
Ony Kaget Temui Banyak Sampah Saat Aksi Bersih-Bersih Kali di Semarang Indah
Ratusan warga tampak memadati bantaran Kali Tawang Mas, tepatnya di sekitar Gereja Katolik Paroki Santo Mikael Semarang
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan warga tampak memadati bantaran Kali Tawang Mas, tepatnya di sekitar Gereja Katolik Paroki Santo Mikael Semarang Indah, Kota Semarang, Selasa (24/2/2026).
Dengan sarung tangan dan karung di tangan, mereka bergotong royong memunguti sampah yang mengotori sekitar sungai dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).
Di antara para peserta, tampak Ony (21), mahasiswa di Semarang ikut dalam kegiatan bersih-bersih dan penanaman pohon tersebut.
Wajahnya sempat menunjukkan keterkejutan saat pertama kali melihat kondisi sungai dari dekat.
"Sebenarnya aku agak kaget sih pas ke sini. Kok banyak banget gitu sampahnya, sedangkan kayaknya tempat ini tuh bukan tempat yang kayak buat tempat pembuangan, tapi kok banyak banget gitu," ujar mahasiswa Unnes itu di sela kegiatan.
Menurut Ony, kondisi tersebut cukup memprihatinkan. Sampah terlihat menumpuk di beberapa titik bantaran sungai, bahkan sebagian mengapung mengikuti arus air yang tampak hitam. Bau tak sedap pun tercium cukup menyengat.
Baca juga: Tak Tunggu Anggaran Pemda, Pengusaha di Pati Tambal Jalan Rusak Secara Swadaya
"Nah, inilah yang menurut aku jadi salah satu pusat perhatian kita kalau tempat ini tuh harusnya dijaga, harus dilestarikan. Karena kan memang ini tempatnya umum," ungkapnya.
Dari hasil aksi bersih-bersih itu, peserta mengaku paling banyak menemukan sampah plastik.
Mulai dari kantong kresek, botol minuman, hingga kemasan makanan sekali pakai. Sementara sampah organik seperti daun kering jumlahnya tidak terlalu dominan.
"Yang paling banyak plastik. Itu kan susah terurai, jadi memang bahaya kalau terus dibiarkan," tambah Ony.
Peserta lain, Yunita (20) menyoroti kondisi air sungai yang terlihat hitam dan berbau. Menurutnya, hal itu menjadi tanda adanya pencemaran yang tidak bisa dianggap sepele.
"Bisa dilihat sendiri untuk air di sungainya itu kayak gini. Jadi kayak bau terus hitam banget itu. Itu kan pencemaran ya, harus gimana caranya biar enggak sehitam ini," ungkapnya.
Sementara itu, aksi bersih-bersih kali ini menjadi hal baru bagi sebagian peserta. Peserta berharap agar kegiatan bersih-beraih kali terus dijalankan.
"Harapannya mungkin 2 minggu sekali lah bisa diadakan kegiatan seperti ini karena ya memang mengingat ini tuh tempatnya banyak orang. Jadi ya memang harus diperhatikan," tambah Ony.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani menyebut total peserta yang hadir mencapai 454 orang dari beragam komponen.
| Detik-detik Evakuasi Jenazah Nelayan Tenggelam di Semarang, Ditemukan di Dekat Drum Rakitan |
|
|---|
| Dosen PIPS dan MGMP IPS Dorong Penguatan Pendidikan Iklim di Sekolah |
|
|---|
| Cerita Celyna Grace Juara Indonesian Idol 2026 Asal Semarang saat SMA, Aktif di Basket Juga |
|
|---|
| Ratusan Warga Ikuti Salat Iduladha di Balaikota Semarang |
|
|---|
| Perjalanan Mella Andriani di Dunia Hospitality: Ini Bukan Sekadar Pekerjaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260224_semarang-indah.jpg)