Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Jersey Jadi Penanda Linimasa Pemain Sepakbola, Kolektor Nilai Pertandingan adalah Kenangan Abadi

Bagi Fachri Anantyo, lembaran jersey sepakbola punya nilai sejarah tentang gol, trofi, dan momen yang tak terulang.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Moh Anhar | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG
Tribun Jateng/Aditia Kurniawan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bagi sebagian orang, jersey bola mungkin hanyalah pakaian pertandingan.

Namun bagi Fachri Anantyo, warga Sendang Utara, Gemah, Pedurungan, Semarang, lembaran kain itu punya nilai sejarah tentang gol, trofi, dan momen yang tak terulang dalam tiap potongannya.

Pria kelahiran Semarang, 4 Februari 1996 itu, awalnya tak pernah membayangkan hobinya akan berkembang sejauh ini.

Semua bermula dari keinginan sederhana yaitu memiliki jersey original klub ternama asal Spanyol Barcelona karena ia memang seorang 'cules', sebutan untuk fans Barca.

Yang unik, ia mengoleksi jersey home Barcelona dengan namesheet (Nama dan nomor punggung) khusus Lionel Messi yang lengkap mulai dari ketika Lionel Messi menjalani debut untuk Barcelona di tahun 2004 hingga musim terakhir Messi di Barcelona tahun 2021.

kolektor jersey messi
TUNJUKKAN KOLEKSI - Pengoleksi jersey Messi, Fachri Anantyo, saat ditemui di kediamannya, kemarin.

"Awalnya cuma pengen punya jersey Barcelona saja. Tahun 2016 beli jersey original pertama, harganya Rp160 ribu, via online. Dulu di X ada akun jerseyforum, tiap Sabtu banyak yang jual jersey original murah," ungkapnya saat berbincang dengan TribunJateng.com di kediamannya.

Dari satu jersey, koleksi jersey bertuliskan Messi kini berkembang menjadi sekitar 30 potong.

Bukan hanya jersey Barcelona, namun juga jersey tim nasional Argentina yang bertuliskan Messi.

Menariknya, Fachri sebenarnya tidak langsung fokus pada Messi.

Di awal masa koleksinya, ia justru mengoleksi jersey dengan nameseet Neymar, sejak sang pemain debut bersama Barcelona.

Namun sebuah obrolan santai dengan sesama kolektor mengubah arah koleksinya.

"Waktu itu ada yang bilang, lebih baik koleksi nameset Messi saja. Selain asli La Masia, prestasinya juga lebih konsisten,” ujarnya.

Sekitar 2017, ia pun beralih fokus ke Messi. Keputusan itu terasa makin tepat ketika Neymar hengkang dari Barcelona ke PSG tak lama kemudian.

Sejak saat itu, koleksi Fachri menjadi semacam linimasa perjalanan Messi, baik bersama Barcelona maupun Timnas Argentina. Ia mengaku lebih banyak mengoleksi jersey home Barcelona dan Argentina.

Baginya, jersey-jersey itu bukan sekadar barang, melainkan cara mengabadikan momen.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved