Berita Semarang
Tanggul Sungai Plumbon Semarang Jebol Lagi, 50 KK Terdampak
50 KK atau sekira 260 jiwa terdampak banjir akibat talud Sungai Plumbon di Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, kembali jebol.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - 50 kepala keluarga (KK) atau sekira 260 jiwa terdampak banjir akibat talud Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, jebol.
Diketahui, peristiwa terjadi pada Rabu (4/3/2026) sekira pukul 02.00.
Kalakhar BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto menjelaskan, jebolnya talud terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi sejak pukul 23.00, Selasa (3/3/2026).
Baca juga: Bupati Fadia Arafiq Catut Nama Ahmad Luthfi, Terjaring OTT saat Bertemu Gubernur di Semarang
"Talud sepanjang 25 meter dengan tinggi 1,5 meter jebol."
"Warga terdampak di RT 01 ada 40 rumah serta Pesantren Al Mukaror yang menampung 60 santri," jelas Endro.
Saat ini, sebut dia, banjir dengan ketinggian sekira 40 sentimeter sudah surut dan warga bersama petugas BPBD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta instansi terkait sedang membersihkan lumpur serta puing-puing talud.
"BPBD koordinasi dengan Dinas PU. Sand bag sudah dipasang di tanggul tersebut, sambil menunggu penanganan permanen dari BBWS," jelasnya.
BPBD Kota Semarang, lanjutnya, melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, kelurahan, dan kecamatan setempat untuk assesment dan pendataan kerugian.
Endro menyebut, hingga kini belum ada korban jiwa, namun kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
"Kami terus memantau kondisi cuaca dan aliran sungai, serta mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi hujan susulan dan kemungkinan banjir di daerah rawan," jelasnya.
Baca juga: "Outsourcing" Biang Kerok Bupati Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK di Semarang
Prakiraan BMKG untuk 12 jam ke depan menunjukkan kemungkinan hujan ringan dengan kecepatan angin 3–15 kilometer/jam dan suhu udara 23–28°C.
BPBD juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga. Langkah ini dianggap penting untuk meminimalkan risiko akibat hujan lebat, banjir, maupun longsor.
"Kami imbau masyarakat mengidentifikasi lokasi rawan bencana dan berkoordinasi dengan RT/RW serta instansi terkait."
"Selain itu, mewaspadai potensi banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor."
"Waspada juga terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon tumbang maupun baliho roboh," imbuhnya. (*)
| Detik-detik Mencekam Tawuran Remaja Bawa Kayu 3 Meter di Semarang |
|
|---|
| Respons Wali Kota Semarang Soal Wacana Relokasi Warga Tanah Gerak Jangli |
|
|---|
| Pemkot Sebut Bakal Perbaiki Rumah Terdampak Puting Beliung Melalui Program RTLH |
|
|---|
| Cerita Pasutri Produsen Keripik Chimu, Produknya Masuk 50 Gerai Alfamart di Semarang |
|
|---|
| Biaya Haji 2026 Kota Semarang Rp86,4 Juta, Jemaah Hanya Bayar Bipih Rp53,2 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260304-_-Tanggul-Sungai-Plumbon-Semarang-Jebol-Lagi.jpg)