Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penganiayaan Mahasiswa Undip

Kondisi Terkini Mahasiswa Undip, 5 Jam Disiksa Puluhan Rekannya, Ini Katanya Soal Dugaan Pelecehan

Kondisi terkini Arnendo, mahasiswa Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip Semarang. digambarkan oleh ayahnya.

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Instagram/@zainalpetir_
DAMPINGI KORBAN - Zainal Petir mendampingi Arnendo, mahasiswa Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip) Semarang  yang disebut menjadi korban dugaan penganiayaan, saat berada di Satreskrim Polrestabes Semarang. Kasus itu telah dilaporkan sejak 16 November 2025. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kondisi terkini Arnendo, mahasiswa Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang digambarkan oleh ayahnya.

Sejak dianiaya puluhan rekannya pada 15 November 2025, ia masih belum masuk kuliah karena trauma.

Arnendo mestinya juga masih menjalani perawatan. Sejumlah bagian tubuhnya belum pulih termasuk hidung yang harus operasi.

Namun hal itu belum dilakukan karena ketiadaaan biaya.

Baca juga: Zainal Petir Bongkar Dugaan Penganiayaan Sadis Mahasiswa Undip, Korban 5 Jam Disiksa 30 Orang

Baca juga: Buruh Tambang Jadi Saksi, Mengaku Bekerja untuk Sosok Bernama Cubo di Tambang Emas Ilegal Ajibarang

Baca juga: Inayah Wahid Sebut Pati Jadi Awal Dimulainya Pergerakan di Indonesia: Setelah Ini Jangan Berhenti

Di pihak lain, polisi masih mendalami motif di balik dugaan pengeroyokan terhadap Arnendo.

Korban diduga dianiaya puluhan mahasiswa setelah dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 15 November 2025 di sebuah rumah kos di kawasan Tembalang, Kota Semarang.

Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polrestabes Semarang pada 16 November 2025.

Menurut dia, awalnya korban dihubungi temannya untuk datang ke sebuah kos di daerah Tembalang.

Setibanya di lokasi, Arnendo langsung dimintai klarifikasi oleh sejumlah mahasiswa berkait dengan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi.

“Korban diinterogasi oleh beberapa orang karena ada tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu rekan mahasiswinya,” katanya, di Mapolrestabes Semarang, Kamis (5/3). 

"Namun tuduhan tersebut dibantah oleh korban. Situasi itu kemudian diduga memicu aksi pengeroyokan terhadap korban," sambungnya.

Andika menuturkan, kasus tersebut saat ini sudah naik ke tahap penyidikan.

Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi serta mengantongi hasil visum dari dokter yang menangani korban.

Dari hasil pemeriksaan medis, dia menambahkan, korban mengalami sejumlah luka.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved