Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Buka Puasa dalam Satu Meja, Ketika Eks Napiter dan Yayasan Kristen Berbagi Kuah Gulai di Semarang

Mantan narapidana teroris buka puasa bersama dengan Yayasan Jelai Kasih Indonesia dalam satu meja sebagai bentuk toleransi beragama.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana
PERTEMUAN LINTAS AGAMA - Suasana hangat mewarnai kegiatan Silaturahmi Ramadan dan Buka Puasa Bersama antara mantan narapidana terorisme dan pengurus Yayasan Jelai Kasih Indonesia di rumah makan Gulai Kepala Ikan Pak Untung, Pleburan, Semarang Selatan, Kota Semarang, Rabu (11/3/2026) petang. Pertemuan lintas agama dan etnis ini menjadi simbol upaya membangun toleransi, mempererat persaudaraan, serta mendorong para eks napiter kembali diterima di tengah masyarakat. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Hari mulai gelap di kawasan Pleburan, Semarang Selatan, Kota Semarang Rabu (11/3/2026). 

Di sebuah rumah makan Gulai Kepala Ikan Pak Untung, meja-meja panjang telah tersusun rapi. 

Aroma kuah masakan mengepul, bercampur dengan suara tawa anak-anak yang berlarian.

Baca juga: Ketika Eks Napi Teroris dan Mantan Aktivis Jamaah Islamiyah Ikut Upacara HUT RI di Alun-alun Kudus

Di tempat itu, sebuah pemandangan yang jarang ditemui terjadi.

Para mantan narapidana terorisme, yang dulu pernah menjalani masa hukuman karena keterlibatan dalam jaringan yang dianggap radikal, duduk berdampingan dengan pengurus yayasan Kristen. 

Tampak tak ada jarak dan kecanggungan di sana.

Percakapan mengalir dan diselingi candaan.

Di antara mereka, dua etnis juga membaur tanpa sekat, yakni Tionghoa dan Jawa. 

Mereka makan bersama, berbagi cerita, berbagi bingkisan dan menyaksikan anak-anak yang ikut hadir menikmati lomba kecil dengan hadiah sederhana dan angpao.

Kegiatan bertajuk “Silaturahmi Ramadan dan Buka Puasa Bersama” tersebut digagas oleh Yayasan Jelai Kasih Indonesia dan Yayasan Persadani (Putra Persaudaraan Anak Negeri), yang selama ini aktif mendampingi mantan napiter agar bisa kembali diterima di tengah masyarakat.

Perjalanan Panjang Menuju Kepercayaan

Pembina Persadani, Bripka Purnomo Budisetiawan, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bentuk nyata dari proses panjang pembinaan yang dia lakukan sejak 2018.

Sebagai anggota Satbinmas Polrestabes Semarang, dia dikenal aktif merangkul mantan napiter dengan pendekatan humanis agar mereka bisa kembali menjalani kehidupan normal di masyarakat.

Bripka Purnomo mengaku bersyukur karena acara tersebut membuka ruang perjumpaan yang jarang terjadi.

Menurut dia, pertemuan tersebut menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak harus menjadi tembok pemisah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved