Berita Semarang
Bos Sido Muncul Ajak Masyarakat Investasi di Saham secara Serius: Jangan Bermain-main!
Irwan menegaskan, saham bukan tempat untuk bermain, melainkan sarana berinvestasi secara serius pada perusahaan yang dikelola dengan baik.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengajak masyarakat Indonesia mulai mengubah cara pandang dalam mengelola keuangan.
Dia menilai, kebiasaan menyimpan uang tanpa pengembangan sudah saatnya diubah.
Menurutnya, masyarakat perlu mulai melirik investasi saham sebagai salah satu instrumen yang dapat memberikan nilai tambah bagi masa depan.
Baca juga: Berawal dari Ruang Perpustakaan, Koperasi Merah Putih Lodoyong Semarang Raup Omzet Rp90 Juta Sebulan
Namun, Irwan menegaskan, saham bukan tempat untuk bermain, melainkan sarana berinvestasi secara serius pada perusahaan yang dikelola dengan baik.
"Kalau semua berinvestasi di saham, pertama itu lebih menguntungkan. Tapi ingat, jangan 'bermain' saham, melainkan berinvestasi di saham," tegas bos Sido Muncul tersebut, Kamis (12/3/2026) malam.
Irwan menyoroti ketimpangan jumlah investor saham di Indonesia dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat.
Saat ini, baru sekitar 7,5 persen atau 21 juta penduduk Indonesia yang berinvestasi di saham.
Angka ini jauh tertinggal dari Amerika Serikat yang sudah mencapai 62 persen.
Dia berujar, rendahnya partisipasi ini sebenarnya menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mulai masuk ke pasar modal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui perusahaan-perusahaan yang dikelola dengan baik.
Dia pun menjelaskan, perbedaan mendasar antara bermain dan berinvestasi terletak pada pola pikir dan strategi.
Menurutnya, investasi saham memerlukan keseriusan dalam memilih emiten atau perusahaan yang memiliki tata kelola yang sehat.
"Nanti kalau punya uang Rp10 juta, Rp20 juta, hingga Rp100 juta, berinvestasilah. Itu jauh lebih menguntungkan daripada sekadar disimpan di bank. Tapi kalau bermain saham, nah itu yang tidak betul," tuturnya.
Dia mengingatkan, pasar modal bukanlah arena perjudian. Berinvestasi di saham berarti menanamkan modal pada bisnis nyata yang produktif.
Dia berharap, pesan ini dapat menjangkau lebih banyak orang agar mereka mulai melek literasi keuangan.
Dengan beralih dari kebiasaan menabung konvensional ke investasi yang terukur, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan mereka di masa depan.
"Jangan bermain-main. Berinvestasi itu serius," ucapnya. (eyf)
Baca juga: Dukung Perputaran Ekonomi Ramadan–Lebaran, Bank Mandiri Siapkan Rp4,18 T Uang Tunai di Semarang
| Tragedi Adik Tusuk Kakak Hingga Meninggal di Semarang, Ayah Syok Kehilangan Dua Anak Sekaligus |
|
|---|
| Wali Kota: Pawai Ogoh-Ogoh Merayakan Penghargaan Semarang sebagai Kota Toleransi |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Minggu 26 April 2026: Berawan hingga Hujan Lokal di Sejumlah Titik |
|
|---|
| Legenda PSIS Emmanuel De Porras Hadir di Semarang, Wali Kota Ingatkan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini |
|
|---|
| Sosok Aipda Robig, Tembaki Pelajar hingga Tewas, Terbukti Pakai Narkoba, Dikirim ke Nusakambangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260313_IRWAN-HIDAYAT.jpg)