Tribun Jateng Hari Ini
Harga Bahan Pokok di Kabupaten Semarang Melonjak Jelang Lebaran
Harga daging sapi paha belakang naik menjadi Rp 144.167/kg. Daging ayam ras karkas naik dari Rp 39.000/kg menjadi Rp 40.000/kg.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Vito
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Harga sebanyak delapan bahan pokok penting (bapokting) kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang tercatat mengalami lonjakan menjelang Lebaran.
Kabid Pasar Diskumperindag Kabupaten Semarang, Joko Prayitno mengatakan, harga beberapa komoditas penting memang mengalami kenaikan, dan sudah dilaporkan ke Kementerian Perdagangan (Kemendag).
"Dari hasil pantauan, dari penjualan 47 subvarian bapokting di dua pasar tradisional, yakni Pasar Projo Ambarawa dan Pasar Bandarjo Ungaran Barat, sebanyak delapan subvarian mengalami kenaikan harga, sedangkan 38 lainnya harga stabil. Hanya harga cabai merah keriting yang turun," katanya, Senin (16/3).
Menurut dia, komoditas yang mencatatkan harga stabil antara lain beras C4 premium dibanderol Rp 15.167/kg dan medium Rp 13.917/kg.
Harga daging sapi paha belakang naik menjadi Rp 144.167/kg. Daging ayam ras karkas naik dari Rp 39.000/kg menjadi Rp 40.000/kg. Bawang Merah naik dari Rp 40.000/kg menjadi Rp 40.833/kg.
Sementara, telur ayam kampung mengalami sedikit kenaikan menjadi Rp 35.200/kg, sedangkan telur ayam ras stabil di harga rata-rata Rp 30.000/kg. Minyak goreng curah stabil di harga Rp 19.800/liter.
Sementara, Bupati Semarang Ngesti Nugraha memastikan, persediaan bapokting di Kabupaten Semarang menjelang dan saat Lebaran cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pihaknya pun telah melakukan peninjauan langsung penjualan bapokting di Pasar Babadan, Ungaran Barat pada Senin (16/3).
Dari hasil pantauan, ia menyebut, kenaikan harga daging sapi berkisar Rp 5.000/kg, sedangkan harga komoditas cabai justru cenderung turun.
Pada awal Ramadan, harga cabai pedas pernah menyentuh Rp 90.000/kg, tetapi sekarang berada di harga Rp 80.000/kg. Sementara, harga cabai merah keriting tercatat Rp 40.000-Rp 45.000 per kg dari sebelumnya Rp 60.000/kg.
"Kalau harga mendekati Lebaran nanti naik, kami lakukan operasi pasar bekerja sama dengan Champion Cabai Kabupaten Semarang," ucapnya.
Selain bapokting, Ngesti juga memastikan stok gas elpiji di Kabupaten Semarang aman. Ia pun telah meninjau stok elpiji melon di satu agen di Jalan Ahmad Yani, Ungaran.
"Stok gas elpiji 3 kilogram siap. Kami juga berharap harga (kebutuhan penting-Red) tidak naik. Kalau toh turun juga tidak terlalu banyak," tukasnya.
Sementara, Koordinator Gas LPG 3 Kg Hiswana Migas Kabupaten Semarang, Birzam Pratama menyatakan, telah mengajukan penambahan stok sebanyak 350 ribu tabung sebagai antisipasi lonjakan permintaan masyarakat pada momen Lebaran.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Disperindag untuk menginformasikan wilayah yang terjadi kelangkaan gas elpiji melon. "Sehinga, kami bisa mengajukan usulan fakultatif tambahan untuk meredam kelangkaan," ucapnya. (Eka Yulianti Fajlin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/HARGA-BAHAN-POKOK-Suasana-Pasar-Ngawen-Blora-tampak-sepi-di-awal-Ramadan-Pad.jpg)